ada saatnya kita lelah
ada saatnya kita bingung
Tapi,
apakah ini saatnya untuk menyerah?
mungkin hampir semua dari kita pernah merasakan ini.
merasa seperti dunianya telah runtuh.
entah karena kenyataan yang benar benar sudah terjadi atau hanya spekulasi spekulasi yang terbang di kepala.
jujur saja, aku selalu terbayang bayang tentang kemungkinan terburuk, apapun itu.
sebenarnya cara berfikir seperti itu menurutku bagus sih.
kenapa? karena kita jadi bisa menyiapkan sesuatu yang tidak diinginkan, contohnya saja sebuah kegagalan yang belum terjadi.
Bukannya pesimis, tapi apa salahnya sih kita menyiapkan kegagalan?
Tapi,
Kadang hal tersebut juga membuat kita takut akan menghadapi kenyataan yang sebenarnya, kebanyakan sih takut akan kegagalan.
Dan tak sedikit pula yang perjuangannya berhenti di tengah perjalanan gara gara rasa pesimisnya muncul.
yang pada akhirnya kita berhenti memperjuangkan apa yang sebenarnya ingin kita perjuangkan.
Mungkin saat ini aku sedang di fase itu.
Selalu terbayang bayang "Mengapa dijalani sejauh ini jika pada akhirnya hasilnya sudah kita ketahui?"
Tapi kadang juga aku juga berfikir "masa depan itu sebuah misteri, kita tidak bisa menebaknya, selalu ada faktor X yang mempengaruhinya, walaupun sekecil apapun persentasenya, jika memang ditakdirkan terjadi, ya terjadi"
Memang, kita tak akan tahu hasilnya jika belum mencoba, tapi terkadang jiwa pesimisku selalu menghalanginya.
Aku teringat sebuah kutipan
"Langkah pertama adalah menetapkan bahwa sesuatu itu mungkin, maka probabilitas akan terjadi." (Elon Musk)
ya, aku baca ini di motto yang ada di skripsinya erwin haha.
intinya kita harus percaya dulu bahwa sesuatu itu mungkin terjadi, lalu kemungkinan sesuatu itu terjadi akan ada.
berbeda ketika kita tidak yakin, saat kita tidak yakin sesuatu itu terjadi, mungkin kita tidak jadi melaksanakan hal tersebut sehingga probabilitasnya tidak terjadi haha.
ribet ya kata kataku? intinya kita harus yakin dulu
tapi sebelum itu semua, mungkin aku harus berdamai dengan diriku sendiri terlebih dahulu. mungkin aku butuh waktu, butuh jarak terlebih dahulu, sekali lagi maaf, sepertinya aku harus lebih sayang pada diriku sendiri dulu.
ini adalah tulisan pertamaku semenjak beberapa bulan vakum menulis, maaf berantakan.
seperti sebelum sebelumnya, aku hanya menulis ketika aku bingung harus bercerita kepada siapa, ketika ada masalah, maaf jadi membaca sambatanku.
tapi terimakasih sebelumnya telah membaca ini.
semangat untuk semuanya