ya bulan yang memiliki umur terpendek dibandingkan lainnya.
yang katanya bulan penuh cinta.
ah terserahlah, tapi yang jelas tiap orang punya ceritanya sendiri di februari.
bulan ini.
menurutku bulan yang banyak membawa kejutan untuk diriku.
dimana pertama kalinya aku benar benar pergi merantau dengan persiapan yang mendadak (ga sampe 1 minggu)
meninggalkan segala cita cita yang kutanam disini.
tapi tak apalah, ada tujuan besar yang harus kucapai memang.
dan tiap tujuan pasti harus ada yang di korbankan.
bulan ini juga mengantarku menuju tempat baru.
bertemu orang orang baru.
teman teman baru.
pekerjaan baru.
hingga suasana baru.
aku bersyukur disini suasananya baik, orangnya baik baik, tempat kerja nyaman,
gaji alhamdulillah, serta pengalaman yang ga bisa dinominalkan.
bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang serta negara yang berbeda, disatukan dalam sebuah project.
yepp, tau sendiri orang lapangan kadang keras keras, egonya besar untuk sebuah tujuan.
tapi disini aku belajar, bahwa kita harus benar benar profesional dalam mengerjakan suatu hal.
harus totalitas dalam segala hal.
dan di bulan ini juga.
yang memberiku sebuah keputusan.
aku harus berubah jadi lebih baik.
yaa, ada seseorang disana yang harus kuyakinkan dan kuperjuangkan.
tapi ya gimana lagi.
manusia hanya bisa berencana.
tuhan nantinya yang menakdirkan.
apapun hasilnya nanti, aku pasrah.
setidaknya perjalananku ini semoga dapat mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
aku masih bingung
kedepannya aku harus bagaimana.
tetap di industri, atau meneruskan menjadi akademisi atau melanjutkan mimpi yang sudah kutulis di papan tulis lab.
yaa sepertinya masih ada banyak waktu untuk dipikirkan.
setidaknya dalam satu tahun ini aku masih akan tetap disini.
mengumpulkan ilmu serta tabungan untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
tahap selanjutnya akupun juga belum tau, masih dalam proses pengkajian lebih dalam.
hahahaha, terkadang hidup ga bisa cuma pake prinsip let it flow aja.
harus benar benar direncanakan secara matang.
dan yang terakhir.
maaf jika aku sampai saat ini masih belum bisa menjadi seperti yang kau harapkan.
maaf aku belum bisa menjadi orang yang sepenuhnya peka.
belum bisa menerjemahkan maksud maksud yang tersirat.
mungkin perlu waktu.
dan aku harap, semesta selalu mendukung.
dan terimakasih juga telah mewarnaiku di masa masa pusingku.
walau saat ini masih belum ada kata kita, tapi semoga kedepannya bisa.
aamiin