Rabu, 25 Maret 2020

frekuensi yang berbeda

Frekuensi? 
Yaa, banyaknya gelombang dalam waktu 1 detik, satuannya adalah hertz (Hz)
Tapi, sepertinya aku nggak lagi ngomongin frekuensi yang ini, namun yang sedang aku omongin adalah sudut pandang, hobi, dll tentang kehidupan, awwwwww

Ya, akhir akhir ini entah aku merasa bahwa aku mulai melenceng dari teman temanku.
Aku rasa akhir akhir ini aku jadi orang yang terlalu ambis, terlalu perfeksionis, mulai membenci hal hal disekitarku yang kurasa kurang tepat dengan apa yang aku harapkan.
Mulai menjauh dengan semua yang kurang sepemikiran denganku.
Entah kenapa,
Mungkin aku mulai lelah dengan semua ini.
Mulai muak dengan lingkungan ini.
Aku rasa, frekuensiku dengan frekuensi orang di sekitarku selisihnya sudah terlampau jauh.

Apakah aku harus men tuning ulang frekuensiku agar bisa menyamai frekuensi sekitar?
Tapi, aku sudah punya tujuan yang menurutku sudah jelas.
Atau aku harus merubah frekuensi mereka agar sama denganku?
Ataukah aku biarkan saja, bersikap cuek ibarat tidak terjadi apa apa?

Mungkin, kalian masih bingung yang dimaksud beda frekuensi apa ya.
Ya contohnya,
Mereka suka dengerin dangdut dan diputar keras keras, aku bukannya gak suka, tapi lebih tepatnya kurang suka. Entah aku lebih suka lagu lagu indie dengan suasana yang tenang, padahal dulu aku biasa aja dengerin lagu mereka, tapi entah akhir akhir ini malah suka emosi haha.
Ada lagi, saat ada waktu nganggur, entah aku jadi ambis banget, ngejar target yang jauh, saat aku liat temenku diem diem aja, aku marahin, ngapain kamu diem aja blablabla, ayo digarap blablabla. Maafkan diriku, terutama anak anak BBE, aku selalu marah ketika aku tanya kalian belum dapet topik yang mau dibahas untuk skripsi. Maaf.

Yaa, akhir akhir ini aku jadi sering marah
Saat liat yang ga cocok di hatiku, aku marah.
Liat orang males, aku marah.
Jadi kurang peduli pada semua orang.
Tapi, bagusnya. Entah kenapa aku jadi lumayan rajin.

Nggak semua temenku beda frekuensi sih, ada beberapa yang aku kira masih sefrekuensi, yaa yang sering aku curhati berarti kamu aku rasa satu frekuensi denganku. Selamat, kamu jarang kena marah aku hwehehe.

Untuk semua kawanku, terutama yang baca tulisan ini. Aku minta nasihat, aku kurang apa selama ini, ada hal hal apa saja yang mengganjal. Tidak perlu bicara langsung, cukup komen saja dengan mode anonim jika kalian sungkan. Tapi aku lebih suka jika kalian mau ngomong langsung padaku :)

Sabtu, 21 Maret 2020

kepedulianmu dapat merubah takdir dunia ini

Akhir akhir ini
Kita sedang digemparkan dengan merebaknya suatu virus
Virus yang katanya berbahaya
Yang katanya hasil kebocoran dari eksperimen biologis di suatu negara.
Yang katanya sebuah tentara yang diutus untuk membasmi orang orang jahat.
Ada juga yang mengatakan bahwa ini hanya konspirasi demi sebuah bisnis obat.

Jujur, aku tidak peduli asal mulanya ini.
Yang sudah terjadi biarlah terjadi
Kita hanya bisa berupaya untuk memperbaiki seperti semula kan???
Langkah awal kita untuk memperbaikinya adalah dengan cara peduli.
Aku ingat perkataan ketua angkatanku, "peduli itu perlu, dan racuni rasa pedulimu kepada sekitar"
Yaa terasa biasa biasa saja kan,
Tapi buktinya sekarang,
Saat pemerintah mengumumkan untuk stay dirumah agar dapat memotong rantai penyebaran virus, orang orang seakan tidak peduli.
Mereka malah asyik liburan, asyik nongkong di keramaian.
Ada juga yang bilang "virus itu ciptaan tuhan, saya berdoa kepada tuhan agar saya tidak terkena, saya tidak takut" atau "hidup matiku sudah tertulis diatas sana, walaupun jika aku berdiam diri saja dirumah, saat aku ditakdirkan kena virus dan mati, aku tidak bisa apa apa"

Ya, kalian memang benar.
Takdir kalian memang sudah tertulis
Tapi aku yakin tuhan sudah menurunkan pengetahuan pada manusia.
Mana yang baik, mana yang tidak baik.
Apa salahnya kan kita mencoba,
Tuhan maha kuasa, 
Ia bisa merubah takdir hambanya,
Yaa ini sebuah paradoks sih yang tidak perlu didebatkan,
Tapi aku yakin, tuhan itu maha segalanya.

Kembali lagi pada rasa peduli.
Bayangkan sekarang, yang positif terkena virus sudah banyak.
Para tenaga medis kekurangan APD
Masker sudah diborong, sarung tangan diborong, bahkan alcohol swab pun di borong oleh orang orang sipil.
Aku mengerti bahwa itu dapat mengurangi resiko mereka terpapar virus.
Tapi apakah kalian tidak berfikir
Bahwa tenaga medislah yang lebih membutuhkannya???
Bayangkan berapa tenaga medis yang sudah gugur dalam perang melawan virus ini.
Sedangkan kalian,
Sudah diberi peringatan untuk stay dirumah saja tidak mau.
Malah memborong barang barang yang dibutuhkan oleh tenaga medis.
Lebih parahnya lagi, ada yang mencari keuntungan dibalik semua ini.
Yaa, menjualnya dengan harga yang berlipat ganda.
Apakah itu yang dinamakan peduli???

Bumi sekarang sedang sakit.
Tapi akhir akhir ini sepertinya bumi sedang tersenyum.
Beberapa wilayah di dunia ini tingkat polusinya telah menurun.
Mungkin akibat kebijakan lockdown beberapa hari ini.
Bumi sedang tersenyum ketika kita sedang menangis.
Terkadang aku berfikir, bahwa kita itu hanyalah sebuah virus yang menghuni bumi.
Dan virus yang sedang ramai dibicarakan ini telah membantu bumi untuk melenyapkan VIRUS YANG SEBENARNYA, yaaa kita adalah virus yang sebenarnya.

Terserah kalian mau peduli atau tidak,
Bumi lambat laun akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
Ketika kau peduli, rantai penyebaran virus akan terhenti, kurva penyebaran akan jadi landai, lambat laun semua yang positif bisa tertangani, aku harap semua bisa sembuh dan kita akan kembali seperti semula, lebih peduli pada sesama, dan lebih bisa berhati hati menjaga bumi kita ini.
Namun, ketika kau tidak peduli.
Akan lebih banyak orang terjangkit virus, tenaga medis tidak dapat menangani, angka kematian akan naik.
Yaa kemungkinan besar terjadi semi pemusnahan massal di bumi.
Saat populasi manusia menurun, atau punah.
Bumi akan meregenerasi dirinya sendiri.

Ya, peduli atau tidak.
Bumi nantinya akan kembali bahagia,
Tergantung kalian pilih yang mana.
Bumi bahagia saat kita menjaganya bersama sama, atau bumi bahagia ketika tiada virus yang namanya manusia.
Aku yakin, takdir dapat dirubah.
Tuhan maha segalanya, tiada yang tidak mungkin didunia ini.

Untuk semua,
Aku hanya bisa berharap kita senantiasa diberi kesehatan, diberi kekuatan untuk melalui semua ini, dan diberi kesadaran serta akal yang jernih untuk berfikir tentang semua ini.
Aku juga tidak mau mati konyol akibat virus ini,
Aku yang baru menemukan apa itu kenyamanan.
Yaa, semoga semesta selalu memberkati kita.



Minggu, 23 Februari 2020

semangattt

Waktu berjalan begitu cepat
Nggak kerasa bahkan besok sudah masuk kuliah.
Sebenarnya, cepat atau tidaknya waktu berjalan itu relatif.
Cepat, saat kau belum puas akan liburanmu.
Dan lambat, saat kau merindukan rasanya kuliah.

Ya, bagaimanapun juga kita harus semangat.
Semangat untuk hidup dan menjalani hari hari ini tentunya.
Semangat untuk kawan kawanku yang saat ini berjuang untuk skripsi, berjuang untuk tugas akhir, berjuang untuk sempro, yang masih menjalani kerja praktek, berjuang untuk cari kerja, berjuang untuk lomba dan lain lain.
Bagaimanapun tetap semangat, aku yakin perjuanganmu pasti membawa hasil yang baik, setidaknya untuk pengembangan dirimu sendiri, syukur syukur bisa membawa hasil yang baik untuk semua orang, aamiin.

Jangan lupa untuk bersyukur dan lupa untuk bahagia hari ini.

Jumat, 14 Februari 2020

rahasia mimpi

Mimpi.
Kata orang sih cuma bunga tidur.
Ada pula katanya itu pandangan kita saat jiwa kita jalan jalan sedangkan tubuh kita tidur.
Yaa gatau juga sih.
Kadang kita ingat betul apa mimpi kita semalam.
Kadang juga barusan bangun, tiba tiba udah lupa aja.
Memang, dunia ini masih banyak rahasia yang belum dipecahkan.
Salah satunya mimpi.

Mungkin aku mau cerita dikit tentang mimpiku barusan.
Aku tidur pukul 6 pagi, dan baru bangun sekitar pukul 10 pagi.
Aku ingat betul mimpiku.
Saat pulang sekolah, kita menunggu jemputan.
Yaa, kita. Kau dan aku.
Kau yang baru aku kenal 2.5 tahun yang lalu.
Kau yang belum masuk kehidupanku saat SMA.
Kau yang pasti bakalan membaca tulisan ini.
Lalu aku dijemput sama ayahku.
Ayahku yang meninggal saat aku kelas 5 SD.
Saat aku ingin mengenalkanmu pada ayahku.
Tiba tiba engkau hilang.

Yaa saat aku sedang punya masalah ataupun rindu.
Ayah selalu menghampiriku lewat mimpi
Tapi, kau hadir juga.
Tak kupungkiri, aku sebenarnya ingin bertemu lagi dengan dirimu.
Aku masih punya beberapa tanggung jawab yang belum bisa aku tinggalkan di semester ini.
Belum berani melangkah lebih jauh.
Cukup melihat senyummu dari jauh, 
Atau melihatmu lewat mimpiku, aku sudah bahagia.


Minggu, 02 Februari 2020

suatu pilihan

Beberapa minggu terakhir ini, 
Ku dihadapi dengan banyak sekali pilihan.
Pilihan yang mungkin dapat mengubah alur hidupku.
Pilihan diantara memprioritaskan pengalaman dan kuliah.
Pilihan diantara skripsi membahas hal ini dan itu.

Jujur.
Aku tidak pandai untuk memilih.
Terlalu banyak pilihan yang telah aku sesali.
Terlalu banyak penyesalan karena aku selalu bertindak ceroboh.

Benar apa katamu.
Aku harus mengikuti kata hatiku.
Tapi, hati ini masih keruh dan tersesat.
Lalu, aku harus apa?

Selasa, 07 Januari 2020

nikmatnya hujan

Hujan...
membawa kesejukan di bumi
air dari langit yang mengobati kehausan seluruh makhluk bumi

Rabu, 01 Januari 2020

salahkah untuk berbuat baik?

Berbuat baik?
Yaa, sepertinya itu memang kewajiban dari seluruh manusia.
Tapi pernah gak sih?
Kamu udah berbuat baik, namun akhirnya dikhianati???

Jadi inget sebuah pepatah saat SD
"Air susu dibalas dengan air tuba"
Tau sendiri kan artinya.
Memang, ga selamanya perbuatan baik kita itu akan dibalas dengan kebaikan juga.
Atau setidaknya perbuatan baik kita dihargai.
Lucu memang, 
Akupun dulu juga pernah punya pengalaman seperti itu
Niatku memang mbantu temen
Tapi akhirnya ya gitu wes.

Bukannya mau ngeluh atau apa ya,
Mungkin jika ada temenmu berniat baik, setidaknya apresiasi
Jangan sampai temenmu bosen melakukan hal hal baik
Jujur, akhir akhir ini aku lebih nyaman jadi anak apatis
Enak, dapet apapun aku nikmati sendiri, ga terlalu mikirin orang lain, bebas.

Tapi, aku masih punya beberapa tanggung jawab
Mungkin setelah lepas, aku bisa sepenuhnya jadi apatis.
Memang, kedengarannya seperti ga tau diri ya
Tapi mau gimana lagi,
Capek kan kalau ngga dihargai
Maaf, aku bukan pekerja sosial.