Jumat, 24 Agustus 2018

hai engkau

hai, yang sedang disana, yang dulunya dekat namun sangat jauh sekarang
aku ndak berharap engkau baca tulisan ini namun ku hanya ingin meluapkan sesuatu yang masih terganjal dihati
maaf ku dulu pernah menyukaimu, entah mungkin sampai sekarang.
maaf, gara gara aku persahabatan kita yang sudah bertahun tahun menjadi sedikit canggung
andai saja hal seperti ini tidak terjadi sebelumnya, pasti hubungan kita tidak akan menjadi seperti ini.
terimakasih kepada tuhan yang telah mempertemukan dirimu denganku,
maafkan diriku yang sampai saat ini masih mengharapkanmu, walaupun ku tahu kau sudah bersama dengannya, mungkin juga salahku, aku tak berani mengutarakan sejak dulu kala bahwa aku menyukaimu, namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, sudah terlambat semuanya.
mungkin terlihat bodoh, kenapa sih masih mengharapkan seseorang yang sementara menjadi orang lain.
seandainya pakai logika, mungkin gampang bilang masih banyak cewek didunia ini, tapi kalau perasaan yang bicara, kamu lah satu satunya.

terimakasih telah pernah menjadi sahabat terbaikku, maafkan diriku yang telah menyukaimu hingga persahabatan ini agak retak.
andai saja aku bisa memutar waktu, namun apa daya mesin waktu belum ditemukan.
ku hanya bisa berdoa, semoga kau sehat selalu, dilancarkan segala urusanmu, dilancarkan kuliahmu, semangat udah semester 5, 
walaupun kita masih satu kampus, maaf ku belum bisa menemuimu secara langsung, ku hanya bisa berdoa agar kita dipertemukan dengan tidak sengaja seperti beberapa waktu yang lalu.

terimakasih telah merubah diriku, terimakasih telah merubahku yang dulunya seorang budak game menjadi lebih produktif seperti ini. Andai saja dulu ku tak pernah bertemu denganmu, pasti diriku tidak menjadi seperti ini, masih menjadi gamer dan wibu no life.

terimakasih telah memberi warna pada hidupku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan