Minggu, 22 September 2019

sebenarnya dibakar atau alam sudah tua?

saat hutan hutan terbakar
para penghuni pun beranjak meninggalkannya
bagi yang terlambat, habislah sudah
semua yang tersisa hanyalah abu semata
abu yang menghapus warna hijau di bumi ini.

yaa, akhir akhir ini sedang ramai dibicarakan tentang kebakaran hutan
entah di media cetak maupun di internet dan di tv tv sekarang ramai menayangkan
bersamaan dengan revisi itu, ah aku tidak mau membahasnya
aku hanya ingin membahas tentang alam ini, berhubung diriku sedang menempuh mata kuliah pengantar teknik lingkungan, ya apa salahnya membahasnya dikit dikit ya hahahaha

sore barusan, saat aku berada di lab
aku dapat kabar langsung dari teman kuliahku, dia asal jambi
ya dia mengirimkan sebuah video tentang kebakaran dan asap yang menyelimuti rumahnya disana
memang ngeri, baru jam 3 sore saja langit sudah berwarna jingga seperti senja senja indie gitu lah
diperlihatkan juga video saat usaha memadamkan langsung di titik apinya.
memang udara disana sedang tidak bersahabat, 
disini aku pun hanya bisa berdoa agar titik api segera padam, atau setidaknya diturunkan hujan, karena belum ada hujan disana.

Soal hutan yang terbakar, kok bisa sih.
ini memang dibakar atau memang alam membakarnya sendiri?
membakarnya sendiri ini dalam artian ini memang murni kejadian alam.
sebenarnya ini memang pertanyaan yang sulit, karena kita pun belum pernah merasakannya langsung disana.
belum pernah merasakan di hutan seperti apa, apakah membakar itu sebuah keperluan atau tidak.
ya disini aku sih nggak membela ataupun menyudutkan salah satu atau beberapa pihak sih.

Tapi, andai kata kebakaran ini gara gara ulah manusia sendiri dengan cara membakar hutan entah untuk keperluan apapun, ini sangat tidak dibenarkan.
Kenapa? karena walaupun untuk membuka lahan harus dengan membakar hutan, seharusnya sudah dipikirkan matang matang, bagaimana pencegahan agar tidak meluas, kalau sudah begini siapa yang repot? ya semua lah. Penduduk sana yang harusnya menghirup udara sehat malah sekarang mau gak mau menghirup asap. 

Tapi, kalau kebakaran ini memang murni dari alam. kita bisa apa. Kita hidup disini hanya menumpang, oh iya penyebab kebakaran hutan yang murni dari alam antara lain sambaran petir dan kekeringan ekstrim. Andai penyebabnya memang murni dari alam, kita bisa apa, kita tidak bisa melakukan pencegahan, hanya bisa membenahi saja. Kekuatan dari alam itu menurutku memang kekuatan yang terbesar, susah untuk dihadapi.

Memang tahun tahun terakhir ini kelihatannya bumi sudah mau mencapai titk puncaknya,
es di kutub utara mulai habis, suhu muka bumi pun makin tahun makin meningkat, permukaan air laut pun meningkat, tidak menutup kemungkinan beberapa tahun kedepan banyak kota akan tenggelam.
hutan sebagai paru paru dunia pun makin habis karena kepentingan beberapa pihak
Jadi teringat sebuah lirik dari lagu lama "Mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita"
kalau alam sudah tak mau bersahabat dengan kita, kita bisa apa?
kita loh disini selalu bergantung ke alam.

Mungkin pesan dari beberapa kejadian alam akhir akhir ini adalah
bumi kita sudah rusak, jangan diperparah lagi
rawatlah bumi ini, mungkin dengan merawatnya kita bisa diberi fasilitas lebih oleh alam eaaaa wkwkw
tapi yang paling penting, jangan biarkan anak cucu kalian nanti tidak bisa menikmati keindahan alam


Minggu, 22 September 2019
20.27 WIB
eyiptronics


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan