Diantara riangnya tawa
Senyum ramah yang bersinar
Tak menutup kemungkinan
Bahwa ada tangis di lubuk hati yang terdalam
Menangis tidak selalu identik dengan lemah
Tak juga selalu tentang cengeng
Terkadang untuk beberapa orang, menangis digunakan untuk meluapkan segala emosi yang terpendam
Segala beban yang tak terungkapkan
Yang tak bisa diceritakan
Aku ingat dulu
Aku dulunya anak yang nangisan
Dibentak sedikit, matanya sudah berkaca kaca
Hahaha kalau ini namanya cengeng
Semua itu berlanjut sampai aku SMA
Yaa, aku dulu ga terlalu punya banyak temen
Sering banget dikatain, denger ae sedih hahaha
Tapi ya gimana lagi ya namanya juga keadaan
Semenjak masuk kuliah
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk berubah
Tidak akan menjadi orang yang cengeng lagi
Ya pada akhirnya berhasil, hampir 4 tahun aku jadi pribadi yang kaku
Emotionless, tidak peduli,
Namun semua berubah
Seminggu sebelum puasa tahun ini
entah kenapa, segala beban tiba tiba merasa menindihku
3 tahun lebih aku tidak menangis tiba tiba menangis
entah segala permasalahan rasanya tiba tiba menghampiri
Tapi setelah itu, rasanya beban yang ada pada diriku serasa menghilang
selama 3 tahun ini aku memang menyimpan banyak beban, yang tak pernah aku ceritakan
bahkan pada keluargaku sendiri hahahaha
Tapi memang aku akui
Tak selalu menangis identik dengan cengeng
Terkadang orangpun punya masalah yang berat yang tidak bisa diceritakan
Yang pada akhirnya ditimbun, lalu lama kelamaan seperti bom waktu
Dapat meledak kapanpun saja
Semenjak itu, aku jadi sering bercerita pada teman temanku
Walaupun saat itu aku sedang di Jember tidak ada teman
Karena semua pulang gara gara covid hahaa
Tiap malam aku cerita di grup, mereka menanggapi, terimakasih segalanya
Maaf selama ini suka nyepam
Tak ada salahnya kok menangis
Bahkan saat hujan, jadi waktu yang tepat untuk menangis
Hujan, naik sepeda motor, keliling ga jelas sambil nangis
wah nikmatnya loh haha
Tapi kalau bisa ya jangan nangis lah
Jika ada masalah cukup cerita saja ke orang yang dipercaya
Jadilah pendengar yang baik, suatu saat nanti kau akan menjadi tempat cerita bagi seseorang
Tak selamanya kita yang bercerita, ada kalanya kita mendengar cerita dari orang
Mungkin
Tulisanku agak alay atau gimana
Tapi memang kenyataan
Entah kalian mandangnya bagaimana
Tapi, aku tidak peduli tentang pandanganmu tentangku
Saat ini aku belajar, buat apa dengar omongan orang lain
Yakin saja pada diri sendiri
Jangan takut jadi idealis, jangan malu jadi perfeksionis
Kita tak punya kewajiban membahagiakan orang
Walau kita tak bisa memungkiri bahwa berbuat baik itu perlu
Tapi, bukankah hanya dengan tidak menyakiti itu sudah cukup?
Aku percaya hukum sebab akibat itu nyata
Jika kita berbuat baik, suatu saat nanti kebaikan akan menghampiri kita
Begitupula sebaliknya.
Apa yang kita panen, itulah perwujudan apa yang kita tanam dahulu
Jika kita tak pernah merasa berbuat baik, mungkin itu adalah perbuatan orang tua kita.
Untuk berbuat baik juga ada konsekuensinya
Tak jarang pula kita malah dimanfaatkan
Aku pribadi sendiri, sudah mengurangi untuk menawarkan kebaikan
Ya, aku akui ini salah
Tapi terkadang aku lelah, berbuat baik ke orang yang tidak bisa menghargai usaha kita
Tapi, jika ada yang minta bantuan dengan baik, sebisa mungkin akan kutolong
Jangan lupa, hargai orang yang menghargai kebaikanmu
Jangan sampai kebaikanmu jatuh ke orang yang salah.
Terimakasih untuk semuanya
Untuk yang hampir tiap hari aku curhati di grup
Yang selalu mensupport sampai saat ini
Entah siapa yang mengajariku jadi semi Apatis seperti ini hahaha
Ya, semoga aku segera sadar kalau ini adalah perbuatan yang salah
selama 3 tahun ini aku memang menyimpan banyak beban, yang tak pernah aku ceritakan
bahkan pada keluargaku sendiri hahahaha
Tapi memang aku akui
Tak selalu menangis identik dengan cengeng
Terkadang orangpun punya masalah yang berat yang tidak bisa diceritakan
Yang pada akhirnya ditimbun, lalu lama kelamaan seperti bom waktu
Dapat meledak kapanpun saja
Semenjak itu, aku jadi sering bercerita pada teman temanku
Walaupun saat itu aku sedang di Jember tidak ada teman
Karena semua pulang gara gara covid hahaa
Tiap malam aku cerita di grup, mereka menanggapi, terimakasih segalanya
Maaf selama ini suka nyepam
Tak ada salahnya kok menangis
Bahkan saat hujan, jadi waktu yang tepat untuk menangis
Hujan, naik sepeda motor, keliling ga jelas sambil nangis
wah nikmatnya loh haha
Tapi kalau bisa ya jangan nangis lah
Jika ada masalah cukup cerita saja ke orang yang dipercaya
Jadilah pendengar yang baik, suatu saat nanti kau akan menjadi tempat cerita bagi seseorang
Tak selamanya kita yang bercerita, ada kalanya kita mendengar cerita dari orang
Mungkin
Tulisanku agak alay atau gimana
Tapi memang kenyataan
Entah kalian mandangnya bagaimana
Tapi, aku tidak peduli tentang pandanganmu tentangku
Saat ini aku belajar, buat apa dengar omongan orang lain
Yakin saja pada diri sendiri
Jangan takut jadi idealis, jangan malu jadi perfeksionis
Kita tak punya kewajiban membahagiakan orang
Walau kita tak bisa memungkiri bahwa berbuat baik itu perlu
Tapi, bukankah hanya dengan tidak menyakiti itu sudah cukup?
Aku percaya hukum sebab akibat itu nyata
Jika kita berbuat baik, suatu saat nanti kebaikan akan menghampiri kita
Begitupula sebaliknya.
Apa yang kita panen, itulah perwujudan apa yang kita tanam dahulu
Jika kita tak pernah merasa berbuat baik, mungkin itu adalah perbuatan orang tua kita.
Untuk berbuat baik juga ada konsekuensinya
Tak jarang pula kita malah dimanfaatkan
Aku pribadi sendiri, sudah mengurangi untuk menawarkan kebaikan
Ya, aku akui ini salah
Tapi terkadang aku lelah, berbuat baik ke orang yang tidak bisa menghargai usaha kita
Tapi, jika ada yang minta bantuan dengan baik, sebisa mungkin akan kutolong
Jangan lupa, hargai orang yang menghargai kebaikanmu
Jangan sampai kebaikanmu jatuh ke orang yang salah.
Terimakasih untuk semuanya
Untuk yang hampir tiap hari aku curhati di grup
Yang selalu mensupport sampai saat ini
Entah siapa yang mengajariku jadi semi Apatis seperti ini hahaha
Ya, semoga aku segera sadar kalau ini adalah perbuatan yang salah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan