Jumat, 24 Juli 2020

pesan di tengah malam

Mimpi
Serasa nyata, namun nyatanya tidak
Apakah hanya sebuah bunga tidur
Ataukah ada cerita yang lain?

Entah kenapa
Ketika sedang merindukan seseorang
Aku biasanya memimpikan dia.
Malam inipun begitu
Aku sedang enak enaknya mendengar lagu sedih yang dikirimi panji lewat link spotify
Sambil sayup sayup aku dengar suara adit sedang latihan sempro lewat zoom yang sedang ditonton deby
Tiba tiba aku tertidur

Ya lagi lagi aku bermimpi
Dalam mimpi tersebut datanglah dia
Namun ada yang berbeda
Kami dihadapkan oleh sebuah perselisihan
Yang belum sempat ada pencerahan
Bahkan saat aku terbangun.

Lalu aku meraba hp
Sekilas mengetik apa yang kurasa barusan
Ya, aku punya kebiasaan
Tidur selalu ditemani buku catatan kecil
Buku yang selalu aku bawa kemana mana
Yang terkadang aku isi jika aku punya mimpi menarik setelah bangun tidur
Namun saat itu entah dimana aku belum.bisa menemukannya, jadi aku mencari hp.
Dan seperti biasa pula, aku selalu membagi pengalamanku kepada teman temanku.
hahaha fast respon dong
Gatau mereka ini jam berapapun selalu ada yang fast respon.
Selalu ada yang dimintai pendapat secara cepat, jam berapapun juga.

Kembali ke mimpi tadi
Entah ada sesuatu atau hanya bunga tidur
Jangan selalu terpaku pada mimpi
Apalagi dibuat nyari nomer togel haha
Tapi, apapun itu
Semoga kau sehat selalu disana
Semoga kita semua yang baca sehat juga.
Jarang banget nemu ide nulis tengah malem gini hahahah

Oke saatnya merendam baju untuk dicuci nanti pagi, lalu sholat tahajud, lalu tidur, nanti pagi ngisi materi lagi.
Mungkin Allah rindu aku terbangun jam segini untuk sholat tahajud, karena udah lama nggak :(
Yang saat ini terbangun dari tidur dan kebetulan baca
Jangan lupa sholat di sepertiga malam terakhir
Titip doa untuk kebaikan dirimu sendiri dan orang orang yang kau sayang.
Semoga kita senantiasa diberi kelancaran
Aamiin

Senin, 13 Juli 2020

tentang mengikhlaskan

Ketika kita sudah benar benar mencintai
Terkadang kita lupa
Mungkin suatu saat,
Kita harus mengikhlaskan.
Tapi, apakah kita sudah siap?


Saat kita sudah mencintai sesuatu
Dunia serasa telah lengkap
Sesuatu yang telah membuatmu berhenti mencari
Memang terasa indah
Tapi pernahkah kau bayangkan
Jika suatu saat
Cintamu pergi meninggalkanmu?

Tidak menutup kemungkinan memang
Suatu yang dulunya dekat, lalu tiba tiba menghilang
Suatu yang dulunya selalu ada, tiba tiba sirna begitu saja.
Lalu, saat kita sudah tidak bisa mengusahakannya lagi
Kita hanya punya satu pilihan, yaitu mengikhlaskan.

Mencintai dan mengikhlaskan
Terkadang kita hanya bisa mencintai, namun tidak bisa mengikhlaskan.
Lumrah sih, memang mengikhlaskan itu berat.
Apalagi yang dulunya sangat dekat sekali.
Tapi apakah kita sadar?
Seringkali kita mengabaikan pelajaran untuk ikhlas.
Padahal, semua itu berawal dari ikhlas.
Ikhlas menerima, ikhlas mencintai, ikhlas dengan segala keadaan, hingga ikhlas untuk ditinggalkan.

Mengikhlaskan tetap butuh proses
Membutuhkan waktu yang tak sebentar
Siapa sih yang bisa mengikhlaskan dengan mudahnya?
Akupun sepertinya belum bisa, bahkan aku takut dengan kemungkinan terburuk.

Bagaimanapun juga
Kita harus tetap berjalan kedepan
Dengan mengikhlaskan, secara tidak langsung kita telah membuka jalan kita kedepan
Terkadang kita harus memahami suatu hal

"Mengikhlaskan bukan berarti menyerah. Tetapi kita sadar bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan"

Minggu, 05 Juli 2020

tentang mencintai

Cinta ibarat dua sisi mata uang.
Karena dia, kau bisa jadi yang paling berbahagia
Pun merasa paling menderita di dunia


Sebenarnya aku masih belum layak untuk menulis ini
Karena aku belum punya cukup pengalaman
Tapi, entah kenapa malam ini aku ingin menulis.
Apa boleh buat, lebih baik ku tuliskan saja daripada hilang seiring dengan waktu.

Bicara tentang mencintai
Mungkin tiap orang pernah merasakannya.
Kadang ada yang mencintai tanpa alasan, ada pula yang memakai alasan.
Terlepas dari semua itu,
Mencintai itu tidak pernah salah,
Karena itu sudah fitrahnya.

Tapi yang perlu diingat,
Jangan samakan mencintai dan suka.
Kita harus tau kita itu sedang mencintai atau hanya sedang menyukai.
Aku pernah baca kutipan dari buddha
Yang isinya kurang lebih seperti ini

"Jika kau menyukai sebuah bunga, maka kau akan memetiknya. Namun, jika kau mencintai sebuah bunga, maka kau akan menyiraminya setiap hari"

Ya pada fase mencintai
Terkadang kita banyak berkorban untuk yang kita cintai
Terlepas apakah dia akan mencintai balik atau tidak.
Cukup dengan melihatnya tumbuh dan bahagia, segala pengorbanan rasanya sudah terbayar lunas
Mungkin ini tidak berlaku untuk semua orang, namun terkadang yang aku rasakan begitu.

Lucu kadang,
Seperti tulisan diatas,
Mencintai terkadang bisa membuatmu jadi orang yang paling bahagia, dan bisa pula membuatmu jadi orang yang paling menderita.
Tapi, sebelum kita mencintai orang lain
Alangkah baiknya untuk mencintai diri sendiri dulu.
Mencintai diri sendiri agar bahagia.
Bahagia itu wajib.
Dan ingat, bahagiamu itu tanggung jawabmu sendiri, bukan tanggung jawab orang lain.