Selasa, 28 April 2020

untukmu, dan untuk kita yang sedang berjuang

Aku berpendapat
Pengalaman bukanlah guru terbaik kita.
Namun, alam semesta lah adalah guru kita yang terbaik.
Karena segala sesuatu sudah tersedia disini.
Kita lahir dan matipun disini.
Singkatnya, 
Alam semesta beserta isinya adalah tempat dan teman kita berproses.
Dari mulai lahir,
Sampai menjelang ajal kita.
Namun,
Bagaimana jika alam semesta tidak berpihak pada kita?

Pernah nggak merasa?
Saat alam sudah merasa jengkel pada kita.
Sudah tidak mensupport kita lagi.
Apa yang kita lakukan selalu ditentang oleh alam
Apa yang kita inginkan selalu tidak sesuai rencana.
Apa yang kita perjuangkan selalu gagal.

Yaa, faktanya.
Berproses tidak selalu tentang bahagia saja.
Terkadang kita merasa bahwa alam semesta ini tidak adil
Segala proses yang kita jalani selalu melewati hal hal yang pedih.
Tapi yakinlah kawan,
Segala pedih, kecewa, serta sakit yang kita jalani ini.
Nantinya akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang kuat, yang tangguh.
Tanpa rasa sakit, mana mungkin kita menjadi pribadi yang tangguh?
Bayangkan jika hidup kita dipenuhi dengan kebahagiaan terus, tanpa ada rasa sakit.
Mungkin kita jadi pribadi yang lemah, cengeng, dan sebagainya.
Sekali terkena rasa kecewa, langsung drop.

Ya, semua cobaan ini memang bertujuan untuk membangun diri kita.
Semakin banyak cobaan yang terselesaikan, akan menaikkan tingkatan diri kita di dunia ini.
Semakin banyak pengalaman hidup yang kita rasakan.
Rasa manis dan pahit kehidupan ini.
Untuk itu,
Berdoalah agar diberi kekuatan untuk menyelesaikan masalah masalah kita.
Bukan berarti berdoa untuk hidup yang mudah itu salah ya,
Tapi, terkadang jalan yang pahit adalah jalan yang terbaik untuk membangun hidup kita.
Ingat juga, bahwa tuhan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan hambanya.

Tenang,
Semua masalah pasti dapat diatasi.
Namun tidak semua bisa diatasi secara instan.
Yang penting kita punya rencana dan niat

Namun,
Ketika rencanamu gagal
Jangan langsung berputus asa
Masih banyak rencana lain yang dapat dipikirkan.
Tidak semua rencana itu berhasil
Tapi ini tentang bagaimana kita bisa bangkit lagi.
Kata teman baikku "ya gapapa, ga semua harus sesuai rencana kan?"

Terlepas dari itu semua.
Sudahkah kita bersyukur atas segala nikmat dan karunia tuhan saat ini?
Nikmat pengalaman hidup, nikmat segalanya.
Semoga kita tidak lupa akan segala nikmat tuhan yang diberi kepada kita.

Ingat, tak segalanya harus sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Tapi ini tentang bagaimana kita bisa membangun diri kita
Belajar dari kesalahan, belajar mengikhlaskan, belajar kehilangan.

Tetap semangat, wahai pejuang kehidupan.



Kamis, 23 April 2020

mintalah kepada sang pencipta

pencipta dan yang diciptakan
ada hubungan kuat namun tak terlihat
jika engkau merasa bisa mengendalikan hidupmu sendiri
mungkin kamu salah.

yaa jadi hari ini
tepat 7 hari aku stuck di salah satu project
sebuah project dimana aku harus menghubungkan sebuah alat dengan sebuah server
dan dapat di akses lewat hp
yaa bahasa gaulnya "Internet of Things"

aku sudah mencari tutorial di internet
sampai ada lebih dari 8 jenis program aku coba satu satu
programnya sih bener,
tapi kok ga mau terhubung.
aku juga berkonsultasi ke orang orang, mereka bisa, aku ngga.
orang lain loh bisa, kenapa aku kok engga???

lalu tadi siang,
aku terfirkan sebuah ide
kenapa aku ngga tanya langsung ke pencipta metodenya,
kan beliau lebih mengerti daripada orang orang yang memakai metodenya
lalu aku browsing
cari informasi, bagaimana cara menghubungi dia
yaa, ternyata dia punya sebuah repository sendiri
tempat dimana dia berdiskusi whahahhaa
tak berfikir panjang aku langsung menanyakan segala permasalahanku
error error yang terjadi, konfigurasi ini itu blablabla
akhirnya dibalas, dengan sebuah tips dan trik untuk menyelesaikan masalahku
yaa, tipsnya sederhana namun bekerja dengan baik
bahkan akupun tidak kepikiran
yaa, memang
dia penciptanya, dia orang yang lebih tau tentang ciptaannya daripada orang lain.
yang mempunyai kunci dari ciptaannya

yaa seperti kita manusia
jika kita berharap sesuatu namun belum bisa tercapai
apalagi berharap ke sesama ciptaannya
kenapa kita tidak mencoba untuk meminta kepada sang pencipta
toh, alam semesta ini ciptaannya semua kan?
tiada yang tak mungkin bagi tuhan
jangankan untuk membolak balikkan hati
untuk menciptakan alam semesta ini pun bisa.


Kamis, 16 April 2020

jika semua tak sesuai keinginmu

Realita jahat.
Dunia tak adil kepadaku.
Mengapa harus begini?

Pernahkah terbesit di pikiran kalian?
Kata kata umpatan yang tak ada solusinya
Dimana kalian di suatu keadaan yang tidak kalian sukai, namun kalian tidak bisa berbuat apa apa.
Keadaan dimana kalian tidak bisa mengubah takdir.

Ya sedikit cerita,
Aku sebenarnya agak kurang suka dilahirkan di zaman zaman seperti ini.
Zaman dimana perkembangan sudah maju.
Dimana kesempatan untuk menjadi inventor jadi semakin kecil.
Jujur,
Dulu aku berharap dilahirkan pada masa revolusi industri pertama
Dimana dunia masih didominasi oleh mesin mesin mekanik.
Aku berharap bisa mengembangkan listrik disana, menjadi sebuah penemu.
Ya setidaknya aku ingin temuanku bisa diabadikan, 
Contoh saja volta yang menemukan sel volta  namanua diabadikan menjadi satuan beda potensial listrik (volt).
Andai saja aku se angkatan dengan volta, dan aku yang terlebih dahulu menemukan sel eyip, maka saat ini mungkin satuan beda potensial listrik adalah e (eyip)
Hahaha konyol sekali bukan,
Ya aku dulu memang pemimpi yang gagal,
Yang suka menyalahkan takdir.

Namun,
Daripada kita hanya bisa menyalahkan.
Hanya bisa berharap.
Kenapa kita tidak merubah mindset kita menjadi "tukang bersyukur"
Kita syukuri keadaan kita saat ini
Tak usah menyalahkan takdir.
Syukuri apa yang kita punya saat ini.

Jujur saja,
Aku saat ini benci dengan virus yang akhir akhir ini menyebar
Ya, aku benci corona
Karena dia, aku menjadi tidak punya teman disini.
Physical distancing dimana mana
Banyak kematian yang terjadi di dunia.
Tapi,
Apakah kalian menyadari
Dampak positif dari virus tersebut?
Ya, bumi kita jadi lebih sehat
Katanya lapisan ozon jadi menebal
Polusi udara mengurang
Dan banyak lagi lainnya.

Kadang keadaan yang kita benci
Justru menjadi sebuah keadaan yang memang dibutuhkan oleh orang banyak.
Terkadang pengorbanan itu perlu
Korban perasaan, korban jiwa, korban materi maupun korban rasa rindu.
Percayalah, ada hikmah dibalik semua ini.
Jangan merasa hanya engkau yang tersiksa didunia ini.

Ya tulisan ini aku tujukan pada kita semua terutama untuk diriku sendiri
Yang suka menyalahkan keadaan
Semoga kita bisa sadar

Selasa, 07 April 2020

sebuah variabel

Kita adalah sebuah variabel didalam proses.
Nilai kita tergantung dari proses yang kita lewati.
Apapun proses yang kita jalani.
Kita akan mendapat sebuah nilai yang terupdate terus berdasarkan proses yang kita jalani.
Entah itu bernilai positif atau negatif.
Ya, semua itu tergantung proses yang akan kita lewati.

Kita tidak bisa merubah sebuah sistem,
Namun, untuk mengoptimalisasi nilai kita.
Kita dapat menentukan proses mana yang akan kita lewati,
Jika kita memilih proses yang baik, nilai bertambah ke positif.
Berlaku juga sebaliknya.

Yaa, kita bagaikan mengendalikan kemudi hidup kita.
Untuk mencari nilai nilai kehidupan ini.
Yang pada akhirnya nilai tersebut akan diproses lebih lanjut nanti.

Yaa, di akhirat nanti

Selamat malam kawan,
Jangan lupa istirahat
Jangan lupa bahagia
Dan jangan lupa berproses.


Rabu, 25 Maret 2020

frekuensi yang berbeda

Frekuensi? 
Yaa, banyaknya gelombang dalam waktu 1 detik, satuannya adalah hertz (Hz)
Tapi, sepertinya aku nggak lagi ngomongin frekuensi yang ini, namun yang sedang aku omongin adalah sudut pandang, hobi, dll tentang kehidupan, awwwwww

Ya, akhir akhir ini entah aku merasa bahwa aku mulai melenceng dari teman temanku.
Aku rasa akhir akhir ini aku jadi orang yang terlalu ambis, terlalu perfeksionis, mulai membenci hal hal disekitarku yang kurasa kurang tepat dengan apa yang aku harapkan.
Mulai menjauh dengan semua yang kurang sepemikiran denganku.
Entah kenapa,
Mungkin aku mulai lelah dengan semua ini.
Mulai muak dengan lingkungan ini.
Aku rasa, frekuensiku dengan frekuensi orang di sekitarku selisihnya sudah terlampau jauh.

Apakah aku harus men tuning ulang frekuensiku agar bisa menyamai frekuensi sekitar?
Tapi, aku sudah punya tujuan yang menurutku sudah jelas.
Atau aku harus merubah frekuensi mereka agar sama denganku?
Ataukah aku biarkan saja, bersikap cuek ibarat tidak terjadi apa apa?

Mungkin, kalian masih bingung yang dimaksud beda frekuensi apa ya.
Ya contohnya,
Mereka suka dengerin dangdut dan diputar keras keras, aku bukannya gak suka, tapi lebih tepatnya kurang suka. Entah aku lebih suka lagu lagu indie dengan suasana yang tenang, padahal dulu aku biasa aja dengerin lagu mereka, tapi entah akhir akhir ini malah suka emosi haha.
Ada lagi, saat ada waktu nganggur, entah aku jadi ambis banget, ngejar target yang jauh, saat aku liat temenku diem diem aja, aku marahin, ngapain kamu diem aja blablabla, ayo digarap blablabla. Maafkan diriku, terutama anak anak BBE, aku selalu marah ketika aku tanya kalian belum dapet topik yang mau dibahas untuk skripsi. Maaf.

Yaa, akhir akhir ini aku jadi sering marah
Saat liat yang ga cocok di hatiku, aku marah.
Liat orang males, aku marah.
Jadi kurang peduli pada semua orang.
Tapi, bagusnya. Entah kenapa aku jadi lumayan rajin.

Nggak semua temenku beda frekuensi sih, ada beberapa yang aku kira masih sefrekuensi, yaa yang sering aku curhati berarti kamu aku rasa satu frekuensi denganku. Selamat, kamu jarang kena marah aku hwehehe.

Untuk semua kawanku, terutama yang baca tulisan ini. Aku minta nasihat, aku kurang apa selama ini, ada hal hal apa saja yang mengganjal. Tidak perlu bicara langsung, cukup komen saja dengan mode anonim jika kalian sungkan. Tapi aku lebih suka jika kalian mau ngomong langsung padaku :)

Sabtu, 21 Maret 2020

kepedulianmu dapat merubah takdir dunia ini

Akhir akhir ini
Kita sedang digemparkan dengan merebaknya suatu virus
Virus yang katanya berbahaya
Yang katanya hasil kebocoran dari eksperimen biologis di suatu negara.
Yang katanya sebuah tentara yang diutus untuk membasmi orang orang jahat.
Ada juga yang mengatakan bahwa ini hanya konspirasi demi sebuah bisnis obat.

Jujur, aku tidak peduli asal mulanya ini.
Yang sudah terjadi biarlah terjadi
Kita hanya bisa berupaya untuk memperbaiki seperti semula kan???
Langkah awal kita untuk memperbaikinya adalah dengan cara peduli.
Aku ingat perkataan ketua angkatanku, "peduli itu perlu, dan racuni rasa pedulimu kepada sekitar"
Yaa terasa biasa biasa saja kan,
Tapi buktinya sekarang,
Saat pemerintah mengumumkan untuk stay dirumah agar dapat memotong rantai penyebaran virus, orang orang seakan tidak peduli.
Mereka malah asyik liburan, asyik nongkong di keramaian.
Ada juga yang bilang "virus itu ciptaan tuhan, saya berdoa kepada tuhan agar saya tidak terkena, saya tidak takut" atau "hidup matiku sudah tertulis diatas sana, walaupun jika aku berdiam diri saja dirumah, saat aku ditakdirkan kena virus dan mati, aku tidak bisa apa apa"

Ya, kalian memang benar.
Takdir kalian memang sudah tertulis
Tapi aku yakin tuhan sudah menurunkan pengetahuan pada manusia.
Mana yang baik, mana yang tidak baik.
Apa salahnya kan kita mencoba,
Tuhan maha kuasa, 
Ia bisa merubah takdir hambanya,
Yaa ini sebuah paradoks sih yang tidak perlu didebatkan,
Tapi aku yakin, tuhan itu maha segalanya.

Kembali lagi pada rasa peduli.
Bayangkan sekarang, yang positif terkena virus sudah banyak.
Para tenaga medis kekurangan APD
Masker sudah diborong, sarung tangan diborong, bahkan alcohol swab pun di borong oleh orang orang sipil.
Aku mengerti bahwa itu dapat mengurangi resiko mereka terpapar virus.
Tapi apakah kalian tidak berfikir
Bahwa tenaga medislah yang lebih membutuhkannya???
Bayangkan berapa tenaga medis yang sudah gugur dalam perang melawan virus ini.
Sedangkan kalian,
Sudah diberi peringatan untuk stay dirumah saja tidak mau.
Malah memborong barang barang yang dibutuhkan oleh tenaga medis.
Lebih parahnya lagi, ada yang mencari keuntungan dibalik semua ini.
Yaa, menjualnya dengan harga yang berlipat ganda.
Apakah itu yang dinamakan peduli???

Bumi sekarang sedang sakit.
Tapi akhir akhir ini sepertinya bumi sedang tersenyum.
Beberapa wilayah di dunia ini tingkat polusinya telah menurun.
Mungkin akibat kebijakan lockdown beberapa hari ini.
Bumi sedang tersenyum ketika kita sedang menangis.
Terkadang aku berfikir, bahwa kita itu hanyalah sebuah virus yang menghuni bumi.
Dan virus yang sedang ramai dibicarakan ini telah membantu bumi untuk melenyapkan VIRUS YANG SEBENARNYA, yaaa kita adalah virus yang sebenarnya.

Terserah kalian mau peduli atau tidak,
Bumi lambat laun akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
Ketika kau peduli, rantai penyebaran virus akan terhenti, kurva penyebaran akan jadi landai, lambat laun semua yang positif bisa tertangani, aku harap semua bisa sembuh dan kita akan kembali seperti semula, lebih peduli pada sesama, dan lebih bisa berhati hati menjaga bumi kita ini.
Namun, ketika kau tidak peduli.
Akan lebih banyak orang terjangkit virus, tenaga medis tidak dapat menangani, angka kematian akan naik.
Yaa kemungkinan besar terjadi semi pemusnahan massal di bumi.
Saat populasi manusia menurun, atau punah.
Bumi akan meregenerasi dirinya sendiri.

Ya, peduli atau tidak.
Bumi nantinya akan kembali bahagia,
Tergantung kalian pilih yang mana.
Bumi bahagia saat kita menjaganya bersama sama, atau bumi bahagia ketika tiada virus yang namanya manusia.
Aku yakin, takdir dapat dirubah.
Tuhan maha segalanya, tiada yang tidak mungkin didunia ini.

Untuk semua,
Aku hanya bisa berharap kita senantiasa diberi kesehatan, diberi kekuatan untuk melalui semua ini, dan diberi kesadaran serta akal yang jernih untuk berfikir tentang semua ini.
Aku juga tidak mau mati konyol akibat virus ini,
Aku yang baru menemukan apa itu kenyamanan.
Yaa, semoga semesta selalu memberkati kita.



Minggu, 23 Februari 2020

semangattt

Waktu berjalan begitu cepat
Nggak kerasa bahkan besok sudah masuk kuliah.
Sebenarnya, cepat atau tidaknya waktu berjalan itu relatif.
Cepat, saat kau belum puas akan liburanmu.
Dan lambat, saat kau merindukan rasanya kuliah.

Ya, bagaimanapun juga kita harus semangat.
Semangat untuk hidup dan menjalani hari hari ini tentunya.
Semangat untuk kawan kawanku yang saat ini berjuang untuk skripsi, berjuang untuk tugas akhir, berjuang untuk sempro, yang masih menjalani kerja praktek, berjuang untuk cari kerja, berjuang untuk lomba dan lain lain.
Bagaimanapun tetap semangat, aku yakin perjuanganmu pasti membawa hasil yang baik, setidaknya untuk pengembangan dirimu sendiri, syukur syukur bisa membawa hasil yang baik untuk semua orang, aamiin.

Jangan lupa untuk bersyukur dan lupa untuk bahagia hari ini.