Jumat, 22 Mei 2020

cerita random hari ini

Senang dan sedih selalu mengitari kita.
Rasa pedih tak selamanya menyedihkan.
Namun, percayalah.
Pasti ada hikmah disetiap peristiwa.

Tak terasa hari ini
Kita semua telah menyelesaikan puasa hari ke 29
Tadi, tarawih terakhir di bulan ini
Entah kenapa waktu rasanya begitu cepat
Rasanya baru kemarin ramadhan menghampiri kita, namun sekarang dia akan pergi.

Atau mungkin aku terlalu membuang buang waktu?
Hingga aku tidak bisa menikmati bulan yang suci ini?
Sepertinya iya,
Akhir akhir ini aku selalu bersedih, entah kenapa hampir setiap hari bersedih.
Pelampiasannya, aku tidak pernah tidur malam.
Seorang teman menyarankanku untuk belajar belajar dan belajar hingga aku melupakan segala kesedihanku.
Jadi tiap malamku kugunakan untuk mencari ilmu, entah apapun itu sudah di internet
Baca apapun.
Lalu akhirnya aku sadar,
Aku terlalu mengejar dunia.
Hingga segalanya aku tinggalkan.
Bahkan hampir semua kawanku aku abaikan.

Maaf, aku bukan bermaksud menjauh
Tapi kenapa ya?
Aku bingung harus gimana?
I feel empty.
Pikiran dan hati juga belum bisa sinkron.
Terkadang siang aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk bersikap "ya udahlah"
Namun, malam datang
Waktu waktu yang tepat untuk overthinking
Selalu kepikiran,
Yaa sedih lagi.
Gimana juga ya, aku ga bisa berbuat banyak.
Andai aku di jember gitu tiap malam pasti nangis.
Untungnya dirumah, jadi malu untuk nangis hahahaha.
Cowok kok nangis.
Tapi, terkadang nangis itu perlu
Untuk mengungkapkan segala yang terpendam di hati.

Gak tau sebenernya mau nulis apa aku hari ini.
Tapi, entah kenapa seperti ada yang salah di dalam diriku ini.
Di satu sisi aku ingin bersikap "ya udahlah" tapi di sisi lain, aku ga tega.
Terkadang mikir "Kalo aku diem aja gimana nanti?"

Tapi yasudahlah, biarkan pikiran dan hati berseteru
Mungkin sambil aku melangkah, aku akan menemukan jawabannya.
Menemukan kekuatan
Entah sebuah kekuatan untuk ikhlas atau kekuatan untuk sabar.
"Nggak semua harus ada jawabannya sekarang kan??" Hahahaha

Ngomong ngomong,
Besok ramadhan terakhir kita di tahun ini
Semoga kita bisa bertemu ramadhan di tahun depan
Dengan keadaan sehat.
Jika saya punya kesalahan entah disengaja maupun tidak,
Pernah menyakiti fisik maupun perasaan
Mohon maaf sebesar besarnya.
Jika punya keluhan tentang aku, bilang saja langsung, kalo sungkan bisa chat, kalo pengen anonim bisa kirim email.
Ya gimana lagi, aku juga ingin berubah menjadi lebih baik.
Aku juga sedang berusaha memantaskan diri dahulu.
Terkadang ingin berharap, namun kita belum pantas, rasanya kurang baik.
Namun bagaimana lagi, sudah sifat manusia kan itu?

Sehat selalu kawan kawanku, aku ingin berjumpa lagi.

Selasa, 19 Mei 2020

yang lama tak bersua

Hey
Apa kabar engkau yang disana
Semoga semua baik baik saja ya
Nampaknya sudah lama kita tak saling berbagi kabar
Entah
Aku hanya tak tau harus bilang apa
Terkadang aku ragu untuk bilang "heyy, apa kabar?"
Karena tau sendiri kan aku ga pernah bilang begitu sebelumnya huhu.
Tak tau harus membuka percakapan dari mana.

Ya, tak apalah.
Jaga kesehatan, jaga diri baik baik.
Semoga kita selalu diberi kesehatan.
Aamiin

Selamat sahur
Jangan lupa makan makanan yang sehat
Karena itu juga termasuk self love.


Kamis, 07 Mei 2020

segalanya tak sesuai rencana

Saat semuanya telah direncanakan.
Dengan segala pertimbangan.
Namun,
Saat tuhan tidak berkehendak?
Bisa apakah kita?

Yaa
Sore ini tiba tiba aku teringat akan sesuatu.
Aku ingin menabung sebanyak mungkin.
Lalu tabungan itu akan ku ambil saat akan berangkat KP.
Semua rincian sudah aku tulis.
Untuk beli ini itu.
Tau sendiri kan aku nabung pake metode apa.
Lalu,
Eh covid menyerang.
Segala urusan di kampus dundur.
Dan tentu juga uangku hahaha.
Ya nggak terlalu banyak sih, tapi semua itu jerih payahku sendiri.
Yang telah kurencanakan dari dulu, musnah.
Bukan salah siapa siapa sih.
Memang musibah datangnya ga pakai permisi.

Tapi tak apalah.
Namanya juga cobaan.
Ingat, tuhan tidak akan memberi ujian yang lebih berat dari kemampuan hambanya.
Semoga pandemi ini segera berakhir.
Dan, awal juli aku akan pindah sementara ke jogja.
Menjadi teknisi reaktor nuklir.
Walaupun hanya 2 bulan.

Semangat.
Semangat untuk aku dan kita semua.

Selasa, 05 Mei 2020

luka yang tak kunjung pergi

Saat musim akan berganti.
Duniapun mulai beradaptasi.
Ada yang mati,  ada yang pergi.
Ada juga yang hibernasi.
Tapi kenapa, luka ini tak kunjung pergi?

Ya, bicara soal luka.
Semua orang pasti pernah terluka.
Rasa sakit akibat luka juga relatif.
Sakit atau tidaknya tergantung diri kita masing masing.
Semakin banyak merasakan sakit, orang tersebut akan punya kekuatan.
Yaa,
Kekuatan untuk bangkit.

Namun,
Tak semua orang dengan mudahnya bangkit.
Terkadang ada luka yang sangat mendalam.
Yang membuat kita trauma.
Yang dapat merubah perilaku kita.

Sekedar contoh
Aku pun punya sedikit luka yang saat ini kurasa masih belum sepenuhnya sembuh.
Aku dulu pernah berharap pada seseorang.
Menunggunya.
Sampai hampir 4 tahun.
Ya, menunggu orang yang sama.
Lalu aku tiba tiba menyerah.
Aku merasa 4 tahunku terbuang sia sia.
Ya bisa dibilang cinta bertepuk sebelah tangan lah hahaha.

Yaa, walaupun penantianku telah usai hampir 3 tahun yang lalu.
Tapi entah luka ini seperti belum bisa hilang.
Ya, walaupun kami sekarang kembali menjadi teman yang baik lagi seperti sebelum rasa itu muncul.
Tapi entah kenapa,
Aku jadi takut untuk berharap lagi.
Harapan yang pada akhirnya sia sia.
Walaupun berharap ke orang yang berbeda.
Takut menulis kisah kisah lagi di buku kehidupanku.
Rasa trauma ini belum bisa hilang.
Memang benar,
Jika engkau sudah siap berharap pada manusia, tentunya kau sudah siap untuk kecewa.
Ya itupun terjadi.

Yaa,
Luka itu pasti membekas.
Ada yang hitungan hari,
Ada pula yang perlu hitungan tahun untuk pulih.
Mungkin semua itu tergantung niatmu.

Tapi, untuk kali ini
Aku belum bisa memberi saran.
Karena aku masih belum bisa sembuh dari luka tersebut.
Semoga kita semua senantiasa diberi kebahagiaan.
Aamiin

Selasa, 28 April 2020

untukmu, dan untuk kita yang sedang berjuang

Aku berpendapat
Pengalaman bukanlah guru terbaik kita.
Namun, alam semesta lah adalah guru kita yang terbaik.
Karena segala sesuatu sudah tersedia disini.
Kita lahir dan matipun disini.
Singkatnya, 
Alam semesta beserta isinya adalah tempat dan teman kita berproses.
Dari mulai lahir,
Sampai menjelang ajal kita.
Namun,
Bagaimana jika alam semesta tidak berpihak pada kita?

Pernah nggak merasa?
Saat alam sudah merasa jengkel pada kita.
Sudah tidak mensupport kita lagi.
Apa yang kita lakukan selalu ditentang oleh alam
Apa yang kita inginkan selalu tidak sesuai rencana.
Apa yang kita perjuangkan selalu gagal.

Yaa, faktanya.
Berproses tidak selalu tentang bahagia saja.
Terkadang kita merasa bahwa alam semesta ini tidak adil
Segala proses yang kita jalani selalu melewati hal hal yang pedih.
Tapi yakinlah kawan,
Segala pedih, kecewa, serta sakit yang kita jalani ini.
Nantinya akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang kuat, yang tangguh.
Tanpa rasa sakit, mana mungkin kita menjadi pribadi yang tangguh?
Bayangkan jika hidup kita dipenuhi dengan kebahagiaan terus, tanpa ada rasa sakit.
Mungkin kita jadi pribadi yang lemah, cengeng, dan sebagainya.
Sekali terkena rasa kecewa, langsung drop.

Ya, semua cobaan ini memang bertujuan untuk membangun diri kita.
Semakin banyak cobaan yang terselesaikan, akan menaikkan tingkatan diri kita di dunia ini.
Semakin banyak pengalaman hidup yang kita rasakan.
Rasa manis dan pahit kehidupan ini.
Untuk itu,
Berdoalah agar diberi kekuatan untuk menyelesaikan masalah masalah kita.
Bukan berarti berdoa untuk hidup yang mudah itu salah ya,
Tapi, terkadang jalan yang pahit adalah jalan yang terbaik untuk membangun hidup kita.
Ingat juga, bahwa tuhan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan hambanya.

Tenang,
Semua masalah pasti dapat diatasi.
Namun tidak semua bisa diatasi secara instan.
Yang penting kita punya rencana dan niat

Namun,
Ketika rencanamu gagal
Jangan langsung berputus asa
Masih banyak rencana lain yang dapat dipikirkan.
Tidak semua rencana itu berhasil
Tapi ini tentang bagaimana kita bisa bangkit lagi.
Kata teman baikku "ya gapapa, ga semua harus sesuai rencana kan?"

Terlepas dari itu semua.
Sudahkah kita bersyukur atas segala nikmat dan karunia tuhan saat ini?
Nikmat pengalaman hidup, nikmat segalanya.
Semoga kita tidak lupa akan segala nikmat tuhan yang diberi kepada kita.

Ingat, tak segalanya harus sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Tapi ini tentang bagaimana kita bisa membangun diri kita
Belajar dari kesalahan, belajar mengikhlaskan, belajar kehilangan.

Tetap semangat, wahai pejuang kehidupan.



Kamis, 23 April 2020

mintalah kepada sang pencipta

pencipta dan yang diciptakan
ada hubungan kuat namun tak terlihat
jika engkau merasa bisa mengendalikan hidupmu sendiri
mungkin kamu salah.

yaa jadi hari ini
tepat 7 hari aku stuck di salah satu project
sebuah project dimana aku harus menghubungkan sebuah alat dengan sebuah server
dan dapat di akses lewat hp
yaa bahasa gaulnya "Internet of Things"

aku sudah mencari tutorial di internet
sampai ada lebih dari 8 jenis program aku coba satu satu
programnya sih bener,
tapi kok ga mau terhubung.
aku juga berkonsultasi ke orang orang, mereka bisa, aku ngga.
orang lain loh bisa, kenapa aku kok engga???

lalu tadi siang,
aku terfirkan sebuah ide
kenapa aku ngga tanya langsung ke pencipta metodenya,
kan beliau lebih mengerti daripada orang orang yang memakai metodenya
lalu aku browsing
cari informasi, bagaimana cara menghubungi dia
yaa, ternyata dia punya sebuah repository sendiri
tempat dimana dia berdiskusi whahahhaa
tak berfikir panjang aku langsung menanyakan segala permasalahanku
error error yang terjadi, konfigurasi ini itu blablabla
akhirnya dibalas, dengan sebuah tips dan trik untuk menyelesaikan masalahku
yaa, tipsnya sederhana namun bekerja dengan baik
bahkan akupun tidak kepikiran
yaa, memang
dia penciptanya, dia orang yang lebih tau tentang ciptaannya daripada orang lain.
yang mempunyai kunci dari ciptaannya

yaa seperti kita manusia
jika kita berharap sesuatu namun belum bisa tercapai
apalagi berharap ke sesama ciptaannya
kenapa kita tidak mencoba untuk meminta kepada sang pencipta
toh, alam semesta ini ciptaannya semua kan?
tiada yang tak mungkin bagi tuhan
jangankan untuk membolak balikkan hati
untuk menciptakan alam semesta ini pun bisa.


Kamis, 16 April 2020

jika semua tak sesuai keinginmu

Realita jahat.
Dunia tak adil kepadaku.
Mengapa harus begini?

Pernahkah terbesit di pikiran kalian?
Kata kata umpatan yang tak ada solusinya
Dimana kalian di suatu keadaan yang tidak kalian sukai, namun kalian tidak bisa berbuat apa apa.
Keadaan dimana kalian tidak bisa mengubah takdir.

Ya sedikit cerita,
Aku sebenarnya agak kurang suka dilahirkan di zaman zaman seperti ini.
Zaman dimana perkembangan sudah maju.
Dimana kesempatan untuk menjadi inventor jadi semakin kecil.
Jujur,
Dulu aku berharap dilahirkan pada masa revolusi industri pertama
Dimana dunia masih didominasi oleh mesin mesin mekanik.
Aku berharap bisa mengembangkan listrik disana, menjadi sebuah penemu.
Ya setidaknya aku ingin temuanku bisa diabadikan, 
Contoh saja volta yang menemukan sel volta  namanua diabadikan menjadi satuan beda potensial listrik (volt).
Andai saja aku se angkatan dengan volta, dan aku yang terlebih dahulu menemukan sel eyip, maka saat ini mungkin satuan beda potensial listrik adalah e (eyip)
Hahaha konyol sekali bukan,
Ya aku dulu memang pemimpi yang gagal,
Yang suka menyalahkan takdir.

Namun,
Daripada kita hanya bisa menyalahkan.
Hanya bisa berharap.
Kenapa kita tidak merubah mindset kita menjadi "tukang bersyukur"
Kita syukuri keadaan kita saat ini
Tak usah menyalahkan takdir.
Syukuri apa yang kita punya saat ini.

Jujur saja,
Aku saat ini benci dengan virus yang akhir akhir ini menyebar
Ya, aku benci corona
Karena dia, aku menjadi tidak punya teman disini.
Physical distancing dimana mana
Banyak kematian yang terjadi di dunia.
Tapi,
Apakah kalian menyadari
Dampak positif dari virus tersebut?
Ya, bumi kita jadi lebih sehat
Katanya lapisan ozon jadi menebal
Polusi udara mengurang
Dan banyak lagi lainnya.

Kadang keadaan yang kita benci
Justru menjadi sebuah keadaan yang memang dibutuhkan oleh orang banyak.
Terkadang pengorbanan itu perlu
Korban perasaan, korban jiwa, korban materi maupun korban rasa rindu.
Percayalah, ada hikmah dibalik semua ini.
Jangan merasa hanya engkau yang tersiksa didunia ini.

Ya tulisan ini aku tujukan pada kita semua terutama untuk diriku sendiri
Yang suka menyalahkan keadaan
Semoga kita bisa sadar