Senin, 07 Desember 2020

bersyukur

 saat kita susah

sering sekali mengeluh

menyalahkan segala sesuatu di dunia ini

tapi, ketika kita bahagia.

sudahkah kita bersyukur?


ngomong ngomong masalah mengeluh

di tahun ini banyak sekali aku mengeluh

mengutuk segala hal

seakan akan merasa menjadi manusia yang paling sial di dunia

hahaha konyol sekali bukan


lalu akhir akhir ini aku sadar

hidup tak selamanya dibuat untuk mengeluh

aku masih punya banyak hal yang harus disyukuri di tahun ini

hal hal yang tak akan tergantikan (aku harap begitu)

dan pada akhirnya, hidupku terasa lebih berwarna lagi

yang sebelumnya serasa monokrom


terimakasih semua

yang telah menemani, yang telah meninggalkan, yang telah mempersulit, yang telah memudahkan, yang telah membantu, yang telah merepotkan, yang telah datang, dan yang telah pergi dan yang telah lain lain.

terimakasih atas segala bantuan untuk mewarnai hidupku ini

karena hidup yang kaya akan warna tidak hanya dari hal hal bahagia saja.


bersyukur aku telah memiliki kalian semua.

tapi, apakah kalian sudah bersyukur juga hari ini?

.

Minggu, 15 November 2020

tentang sebuah keyakinan

keyakinan pada diri sendiri adalah modal utama dalam menciptakan hal besar di kehidupan
Namun, apakah kita sudah yakin pada diri sendiri?

ya, bicara tentang keyakinan
terkadang untuk yakin pada diri sendiri itu sulit
kita yang sering sekali insecure dengan keadaan diri kita saat ini
kita yang masih belum jadi apa apa saat ini
kita yang masih belum punya apa apa saat ini
sering kalo berfikir. "ah, bisa apa sih aku"
dan pada akhirnya kebanyakan tumbang di tengah jalan
atau menjalani dengan keragu raguan.

ya, beberapa hari yang lalu kami mendapat sebuah kata kata di internet
tulisannya "Ingat, keraguan akan mengakibatkan kekalahan, namun keyakinan akan menghasilkan kemenangan"
semenjak itulah kata kata itu kujadikan pedoman, agar aku tambah yakin
yakin akan segala hal
berjalan dengan keyakinan, tanpa ragu ragu

kita semua harusnya yakin dengan apa yang kita lakukan selama ini, perkara itu sukses, itu adalah hadiah pengganti keringatmu dari tuhan yang maha kuasa.

ya kata kata ini kudapatkan dari pembimbingku.


"Kudu yakin, perkoro juara adalah hadiah gantine kringetmu teko seng kuoso"
Mas Wawan, 2020

semoga kita semua senantiasa diberkahi dengan keyakinan, dengan hati yang kuat dan tidak ragu ragu.
aamiin



Minggu, 08 November 2020

endless looping

dunia memang berputar
begitupula dengan roda kehidupan ini
kadang kita ada dibawah
terkadang juga ada diatas

tapi pernahkah kalian merasa
bahwa siklus hidup yang saat ini dijalani
rasanya hanya seperti itu saja
maksudku,
seperti kita senang lalu suatu saat akan sedih
sampai sampai saat kita mendapat keberuntungan yang bertubi tubi
kita jadi was was, ah jangan jangan ada hal buruk yang akan menimpa.
seperti halnya saat mengenal, lalu patah hati.
ah jangan jangan kedepannya akan seperti itu lagi?
yang pada akhirnya membuat kita trauma
mungkinkah nanti seperti itu lagi?

mungkin jika diibaratkan dalam bahasa pemrograman,
kita sudah masuk ke syntax "while" 
dimana kita akan berputar putar disitu saja,
ingin sekali ku memanggil syntax "break" untuk keluar dari looping yang selalu berputar putar ini.
lalu menulis ulang program kehidupan ini
mulai dari 0
segalanya dari awal.

Senin, 12 Oktober 2020

fase lelah

mungkin nantinya
ada suatu fase
dimana kita akan lelah
lelah dengan segala hal
lelah untuk berharap lagi
lelah untuk gagal
lelah untuk dikecewakan
dan pada akhirnya
lelah untuk mencoba lagi

bukankah itu manusiawi?
benar juga sih
tapi bukan berarti dapat digunakan untuk pembelaan
setidaknya kita harus tetap maju
apapun yang terjadi
kegagalan yang telah berlalu cukup dibuat cerminan agar kedepan jadi lebih baik

tapi
jika hanya berucap itu sangat mudah sekali
mempraktekannya yang sulit
atau mungkin waktu adalah jawabannya?
belum tentu juga
semua berawal dari diri sendiri
mau bergerak atau tidak?

jujur sekarang ini
aku ingin mencoba melangkah maju
tapi entah kenapa
bayangan rasa takut masih menghantui
serasa aku ini tak layak bagi siapapun lagi

jika kau merasa ada di fase ini juga
entah aku ingin memberi saran seperti apa
akupun masih gagal dalam fase ini
aku hanya ingin bilang
semoga kita semua kuat menjalaninya

Jumat, 24 Juli 2020

pesan di tengah malam

Mimpi
Serasa nyata, namun nyatanya tidak
Apakah hanya sebuah bunga tidur
Ataukah ada cerita yang lain?

Entah kenapa
Ketika sedang merindukan seseorang
Aku biasanya memimpikan dia.
Malam inipun begitu
Aku sedang enak enaknya mendengar lagu sedih yang dikirimi panji lewat link spotify
Sambil sayup sayup aku dengar suara adit sedang latihan sempro lewat zoom yang sedang ditonton deby
Tiba tiba aku tertidur

Ya lagi lagi aku bermimpi
Dalam mimpi tersebut datanglah dia
Namun ada yang berbeda
Kami dihadapkan oleh sebuah perselisihan
Yang belum sempat ada pencerahan
Bahkan saat aku terbangun.

Lalu aku meraba hp
Sekilas mengetik apa yang kurasa barusan
Ya, aku punya kebiasaan
Tidur selalu ditemani buku catatan kecil
Buku yang selalu aku bawa kemana mana
Yang terkadang aku isi jika aku punya mimpi menarik setelah bangun tidur
Namun saat itu entah dimana aku belum.bisa menemukannya, jadi aku mencari hp.
Dan seperti biasa pula, aku selalu membagi pengalamanku kepada teman temanku.
hahaha fast respon dong
Gatau mereka ini jam berapapun selalu ada yang fast respon.
Selalu ada yang dimintai pendapat secara cepat, jam berapapun juga.

Kembali ke mimpi tadi
Entah ada sesuatu atau hanya bunga tidur
Jangan selalu terpaku pada mimpi
Apalagi dibuat nyari nomer togel haha
Tapi, apapun itu
Semoga kau sehat selalu disana
Semoga kita semua yang baca sehat juga.
Jarang banget nemu ide nulis tengah malem gini hahahah

Oke saatnya merendam baju untuk dicuci nanti pagi, lalu sholat tahajud, lalu tidur, nanti pagi ngisi materi lagi.
Mungkin Allah rindu aku terbangun jam segini untuk sholat tahajud, karena udah lama nggak :(
Yang saat ini terbangun dari tidur dan kebetulan baca
Jangan lupa sholat di sepertiga malam terakhir
Titip doa untuk kebaikan dirimu sendiri dan orang orang yang kau sayang.
Semoga kita senantiasa diberi kelancaran
Aamiin

Senin, 13 Juli 2020

tentang mengikhlaskan

Ketika kita sudah benar benar mencintai
Terkadang kita lupa
Mungkin suatu saat,
Kita harus mengikhlaskan.
Tapi, apakah kita sudah siap?


Saat kita sudah mencintai sesuatu
Dunia serasa telah lengkap
Sesuatu yang telah membuatmu berhenti mencari
Memang terasa indah
Tapi pernahkah kau bayangkan
Jika suatu saat
Cintamu pergi meninggalkanmu?

Tidak menutup kemungkinan memang
Suatu yang dulunya dekat, lalu tiba tiba menghilang
Suatu yang dulunya selalu ada, tiba tiba sirna begitu saja.
Lalu, saat kita sudah tidak bisa mengusahakannya lagi
Kita hanya punya satu pilihan, yaitu mengikhlaskan.

Mencintai dan mengikhlaskan
Terkadang kita hanya bisa mencintai, namun tidak bisa mengikhlaskan.
Lumrah sih, memang mengikhlaskan itu berat.
Apalagi yang dulunya sangat dekat sekali.
Tapi apakah kita sadar?
Seringkali kita mengabaikan pelajaran untuk ikhlas.
Padahal, semua itu berawal dari ikhlas.
Ikhlas menerima, ikhlas mencintai, ikhlas dengan segala keadaan, hingga ikhlas untuk ditinggalkan.

Mengikhlaskan tetap butuh proses
Membutuhkan waktu yang tak sebentar
Siapa sih yang bisa mengikhlaskan dengan mudahnya?
Akupun sepertinya belum bisa, bahkan aku takut dengan kemungkinan terburuk.

Bagaimanapun juga
Kita harus tetap berjalan kedepan
Dengan mengikhlaskan, secara tidak langsung kita telah membuka jalan kita kedepan
Terkadang kita harus memahami suatu hal

"Mengikhlaskan bukan berarti menyerah. Tetapi kita sadar bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan"

Minggu, 05 Juli 2020

tentang mencintai

Cinta ibarat dua sisi mata uang.
Karena dia, kau bisa jadi yang paling berbahagia
Pun merasa paling menderita di dunia


Sebenarnya aku masih belum layak untuk menulis ini
Karena aku belum punya cukup pengalaman
Tapi, entah kenapa malam ini aku ingin menulis.
Apa boleh buat, lebih baik ku tuliskan saja daripada hilang seiring dengan waktu.

Bicara tentang mencintai
Mungkin tiap orang pernah merasakannya.
Kadang ada yang mencintai tanpa alasan, ada pula yang memakai alasan.
Terlepas dari semua itu,
Mencintai itu tidak pernah salah,
Karena itu sudah fitrahnya.

Tapi yang perlu diingat,
Jangan samakan mencintai dan suka.
Kita harus tau kita itu sedang mencintai atau hanya sedang menyukai.
Aku pernah baca kutipan dari buddha
Yang isinya kurang lebih seperti ini

"Jika kau menyukai sebuah bunga, maka kau akan memetiknya. Namun, jika kau mencintai sebuah bunga, maka kau akan menyiraminya setiap hari"

Ya pada fase mencintai
Terkadang kita banyak berkorban untuk yang kita cintai
Terlepas apakah dia akan mencintai balik atau tidak.
Cukup dengan melihatnya tumbuh dan bahagia, segala pengorbanan rasanya sudah terbayar lunas
Mungkin ini tidak berlaku untuk semua orang, namun terkadang yang aku rasakan begitu.

Lucu kadang,
Seperti tulisan diatas,
Mencintai terkadang bisa membuatmu jadi orang yang paling bahagia, dan bisa pula membuatmu jadi orang yang paling menderita.
Tapi, sebelum kita mencintai orang lain
Alangkah baiknya untuk mencintai diri sendiri dulu.
Mencintai diri sendiri agar bahagia.
Bahagia itu wajib.
Dan ingat, bahagiamu itu tanggung jawabmu sendiri, bukan tanggung jawab orang lain.

Minggu, 21 Juni 2020

tangisan pelebur lara

Diantara riangnya tawa
Senyum ramah yang bersinar
Tak menutup kemungkinan
Bahwa ada tangis di lubuk hati yang terdalam

Jumat, 22 Mei 2020

cerita random hari ini

Senang dan sedih selalu mengitari kita.
Rasa pedih tak selamanya menyedihkan.
Namun, percayalah.
Pasti ada hikmah disetiap peristiwa.

Tak terasa hari ini
Kita semua telah menyelesaikan puasa hari ke 29
Tadi, tarawih terakhir di bulan ini
Entah kenapa waktu rasanya begitu cepat
Rasanya baru kemarin ramadhan menghampiri kita, namun sekarang dia akan pergi.

Atau mungkin aku terlalu membuang buang waktu?
Hingga aku tidak bisa menikmati bulan yang suci ini?
Sepertinya iya,
Akhir akhir ini aku selalu bersedih, entah kenapa hampir setiap hari bersedih.
Pelampiasannya, aku tidak pernah tidur malam.
Seorang teman menyarankanku untuk belajar belajar dan belajar hingga aku melupakan segala kesedihanku.
Jadi tiap malamku kugunakan untuk mencari ilmu, entah apapun itu sudah di internet
Baca apapun.
Lalu akhirnya aku sadar,
Aku terlalu mengejar dunia.
Hingga segalanya aku tinggalkan.
Bahkan hampir semua kawanku aku abaikan.

Maaf, aku bukan bermaksud menjauh
Tapi kenapa ya?
Aku bingung harus gimana?
I feel empty.
Pikiran dan hati juga belum bisa sinkron.
Terkadang siang aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk bersikap "ya udahlah"
Namun, malam datang
Waktu waktu yang tepat untuk overthinking
Selalu kepikiran,
Yaa sedih lagi.
Gimana juga ya, aku ga bisa berbuat banyak.
Andai aku di jember gitu tiap malam pasti nangis.
Untungnya dirumah, jadi malu untuk nangis hahahaha.
Cowok kok nangis.
Tapi, terkadang nangis itu perlu
Untuk mengungkapkan segala yang terpendam di hati.

Gak tau sebenernya mau nulis apa aku hari ini.
Tapi, entah kenapa seperti ada yang salah di dalam diriku ini.
Di satu sisi aku ingin bersikap "ya udahlah" tapi di sisi lain, aku ga tega.
Terkadang mikir "Kalo aku diem aja gimana nanti?"

Tapi yasudahlah, biarkan pikiran dan hati berseteru
Mungkin sambil aku melangkah, aku akan menemukan jawabannya.
Menemukan kekuatan
Entah sebuah kekuatan untuk ikhlas atau kekuatan untuk sabar.
"Nggak semua harus ada jawabannya sekarang kan??" Hahahaha

Ngomong ngomong,
Besok ramadhan terakhir kita di tahun ini
Semoga kita bisa bertemu ramadhan di tahun depan
Dengan keadaan sehat.
Jika saya punya kesalahan entah disengaja maupun tidak,
Pernah menyakiti fisik maupun perasaan
Mohon maaf sebesar besarnya.
Jika punya keluhan tentang aku, bilang saja langsung, kalo sungkan bisa chat, kalo pengen anonim bisa kirim email.
Ya gimana lagi, aku juga ingin berubah menjadi lebih baik.
Aku juga sedang berusaha memantaskan diri dahulu.
Terkadang ingin berharap, namun kita belum pantas, rasanya kurang baik.
Namun bagaimana lagi, sudah sifat manusia kan itu?

Sehat selalu kawan kawanku, aku ingin berjumpa lagi.

Selasa, 19 Mei 2020

yang lama tak bersua

Hey
Apa kabar engkau yang disana
Semoga semua baik baik saja ya
Nampaknya sudah lama kita tak saling berbagi kabar
Entah
Aku hanya tak tau harus bilang apa
Terkadang aku ragu untuk bilang "heyy, apa kabar?"
Karena tau sendiri kan aku ga pernah bilang begitu sebelumnya huhu.
Tak tau harus membuka percakapan dari mana.

Ya, tak apalah.
Jaga kesehatan, jaga diri baik baik.
Semoga kita selalu diberi kesehatan.
Aamiin

Selamat sahur
Jangan lupa makan makanan yang sehat
Karena itu juga termasuk self love.


Kamis, 07 Mei 2020

segalanya tak sesuai rencana

Saat semuanya telah direncanakan.
Dengan segala pertimbangan.
Namun,
Saat tuhan tidak berkehendak?
Bisa apakah kita?

Yaa
Sore ini tiba tiba aku teringat akan sesuatu.
Aku ingin menabung sebanyak mungkin.
Lalu tabungan itu akan ku ambil saat akan berangkat KP.
Semua rincian sudah aku tulis.
Untuk beli ini itu.
Tau sendiri kan aku nabung pake metode apa.
Lalu,
Eh covid menyerang.
Segala urusan di kampus dundur.
Dan tentu juga uangku hahaha.
Ya nggak terlalu banyak sih, tapi semua itu jerih payahku sendiri.
Yang telah kurencanakan dari dulu, musnah.
Bukan salah siapa siapa sih.
Memang musibah datangnya ga pakai permisi.

Tapi tak apalah.
Namanya juga cobaan.
Ingat, tuhan tidak akan memberi ujian yang lebih berat dari kemampuan hambanya.
Semoga pandemi ini segera berakhir.
Dan, awal juli aku akan pindah sementara ke jogja.
Menjadi teknisi reaktor nuklir.
Walaupun hanya 2 bulan.

Semangat.
Semangat untuk aku dan kita semua.

Selasa, 05 Mei 2020

luka yang tak kunjung pergi

Saat musim akan berganti.
Duniapun mulai beradaptasi.
Ada yang mati,  ada yang pergi.
Ada juga yang hibernasi.
Tapi kenapa, luka ini tak kunjung pergi?

Ya, bicara soal luka.
Semua orang pasti pernah terluka.
Rasa sakit akibat luka juga relatif.
Sakit atau tidaknya tergantung diri kita masing masing.
Semakin banyak merasakan sakit, orang tersebut akan punya kekuatan.
Yaa,
Kekuatan untuk bangkit.

Namun,
Tak semua orang dengan mudahnya bangkit.
Terkadang ada luka yang sangat mendalam.
Yang membuat kita trauma.
Yang dapat merubah perilaku kita.

Sekedar contoh
Aku pun punya sedikit luka yang saat ini kurasa masih belum sepenuhnya sembuh.
Aku dulu pernah berharap pada seseorang.
Menunggunya.
Sampai hampir 4 tahun.
Ya, menunggu orang yang sama.
Lalu aku tiba tiba menyerah.
Aku merasa 4 tahunku terbuang sia sia.
Ya bisa dibilang cinta bertepuk sebelah tangan lah hahaha.

Yaa, walaupun penantianku telah usai hampir 3 tahun yang lalu.
Tapi entah luka ini seperti belum bisa hilang.
Ya, walaupun kami sekarang kembali menjadi teman yang baik lagi seperti sebelum rasa itu muncul.
Tapi entah kenapa,
Aku jadi takut untuk berharap lagi.
Harapan yang pada akhirnya sia sia.
Walaupun berharap ke orang yang berbeda.
Takut menulis kisah kisah lagi di buku kehidupanku.
Rasa trauma ini belum bisa hilang.
Memang benar,
Jika engkau sudah siap berharap pada manusia, tentunya kau sudah siap untuk kecewa.
Ya itupun terjadi.

Yaa,
Luka itu pasti membekas.
Ada yang hitungan hari,
Ada pula yang perlu hitungan tahun untuk pulih.
Mungkin semua itu tergantung niatmu.

Tapi, untuk kali ini
Aku belum bisa memberi saran.
Karena aku masih belum bisa sembuh dari luka tersebut.
Semoga kita semua senantiasa diberi kebahagiaan.
Aamiin

Selasa, 28 April 2020

untukmu, dan untuk kita yang sedang berjuang

Aku berpendapat
Pengalaman bukanlah guru terbaik kita.
Namun, alam semesta lah adalah guru kita yang terbaik.
Karena segala sesuatu sudah tersedia disini.
Kita lahir dan matipun disini.
Singkatnya, 
Alam semesta beserta isinya adalah tempat dan teman kita berproses.
Dari mulai lahir,
Sampai menjelang ajal kita.
Namun,
Bagaimana jika alam semesta tidak berpihak pada kita?

Pernah nggak merasa?
Saat alam sudah merasa jengkel pada kita.
Sudah tidak mensupport kita lagi.
Apa yang kita lakukan selalu ditentang oleh alam
Apa yang kita inginkan selalu tidak sesuai rencana.
Apa yang kita perjuangkan selalu gagal.

Yaa, faktanya.
Berproses tidak selalu tentang bahagia saja.
Terkadang kita merasa bahwa alam semesta ini tidak adil
Segala proses yang kita jalani selalu melewati hal hal yang pedih.
Tapi yakinlah kawan,
Segala pedih, kecewa, serta sakit yang kita jalani ini.
Nantinya akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang kuat, yang tangguh.
Tanpa rasa sakit, mana mungkin kita menjadi pribadi yang tangguh?
Bayangkan jika hidup kita dipenuhi dengan kebahagiaan terus, tanpa ada rasa sakit.
Mungkin kita jadi pribadi yang lemah, cengeng, dan sebagainya.
Sekali terkena rasa kecewa, langsung drop.

Ya, semua cobaan ini memang bertujuan untuk membangun diri kita.
Semakin banyak cobaan yang terselesaikan, akan menaikkan tingkatan diri kita di dunia ini.
Semakin banyak pengalaman hidup yang kita rasakan.
Rasa manis dan pahit kehidupan ini.
Untuk itu,
Berdoalah agar diberi kekuatan untuk menyelesaikan masalah masalah kita.
Bukan berarti berdoa untuk hidup yang mudah itu salah ya,
Tapi, terkadang jalan yang pahit adalah jalan yang terbaik untuk membangun hidup kita.
Ingat juga, bahwa tuhan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan hambanya.

Tenang,
Semua masalah pasti dapat diatasi.
Namun tidak semua bisa diatasi secara instan.
Yang penting kita punya rencana dan niat

Namun,
Ketika rencanamu gagal
Jangan langsung berputus asa
Masih banyak rencana lain yang dapat dipikirkan.
Tidak semua rencana itu berhasil
Tapi ini tentang bagaimana kita bisa bangkit lagi.
Kata teman baikku "ya gapapa, ga semua harus sesuai rencana kan?"

Terlepas dari itu semua.
Sudahkah kita bersyukur atas segala nikmat dan karunia tuhan saat ini?
Nikmat pengalaman hidup, nikmat segalanya.
Semoga kita tidak lupa akan segala nikmat tuhan yang diberi kepada kita.

Ingat, tak segalanya harus sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Tapi ini tentang bagaimana kita bisa membangun diri kita
Belajar dari kesalahan, belajar mengikhlaskan, belajar kehilangan.

Tetap semangat, wahai pejuang kehidupan.



Kamis, 23 April 2020

mintalah kepada sang pencipta

pencipta dan yang diciptakan
ada hubungan kuat namun tak terlihat
jika engkau merasa bisa mengendalikan hidupmu sendiri
mungkin kamu salah.

yaa jadi hari ini
tepat 7 hari aku stuck di salah satu project
sebuah project dimana aku harus menghubungkan sebuah alat dengan sebuah server
dan dapat di akses lewat hp
yaa bahasa gaulnya "Internet of Things"

aku sudah mencari tutorial di internet
sampai ada lebih dari 8 jenis program aku coba satu satu
programnya sih bener,
tapi kok ga mau terhubung.
aku juga berkonsultasi ke orang orang, mereka bisa, aku ngga.
orang lain loh bisa, kenapa aku kok engga???

lalu tadi siang,
aku terfirkan sebuah ide
kenapa aku ngga tanya langsung ke pencipta metodenya,
kan beliau lebih mengerti daripada orang orang yang memakai metodenya
lalu aku browsing
cari informasi, bagaimana cara menghubungi dia
yaa, ternyata dia punya sebuah repository sendiri
tempat dimana dia berdiskusi whahahhaa
tak berfikir panjang aku langsung menanyakan segala permasalahanku
error error yang terjadi, konfigurasi ini itu blablabla
akhirnya dibalas, dengan sebuah tips dan trik untuk menyelesaikan masalahku
yaa, tipsnya sederhana namun bekerja dengan baik
bahkan akupun tidak kepikiran
yaa, memang
dia penciptanya, dia orang yang lebih tau tentang ciptaannya daripada orang lain.
yang mempunyai kunci dari ciptaannya

yaa seperti kita manusia
jika kita berharap sesuatu namun belum bisa tercapai
apalagi berharap ke sesama ciptaannya
kenapa kita tidak mencoba untuk meminta kepada sang pencipta
toh, alam semesta ini ciptaannya semua kan?
tiada yang tak mungkin bagi tuhan
jangankan untuk membolak balikkan hati
untuk menciptakan alam semesta ini pun bisa.


Kamis, 16 April 2020

jika semua tak sesuai keinginmu

Realita jahat.
Dunia tak adil kepadaku.
Mengapa harus begini?

Pernahkah terbesit di pikiran kalian?
Kata kata umpatan yang tak ada solusinya
Dimana kalian di suatu keadaan yang tidak kalian sukai, namun kalian tidak bisa berbuat apa apa.
Keadaan dimana kalian tidak bisa mengubah takdir.

Ya sedikit cerita,
Aku sebenarnya agak kurang suka dilahirkan di zaman zaman seperti ini.
Zaman dimana perkembangan sudah maju.
Dimana kesempatan untuk menjadi inventor jadi semakin kecil.
Jujur,
Dulu aku berharap dilahirkan pada masa revolusi industri pertama
Dimana dunia masih didominasi oleh mesin mesin mekanik.
Aku berharap bisa mengembangkan listrik disana, menjadi sebuah penemu.
Ya setidaknya aku ingin temuanku bisa diabadikan, 
Contoh saja volta yang menemukan sel volta  namanua diabadikan menjadi satuan beda potensial listrik (volt).
Andai saja aku se angkatan dengan volta, dan aku yang terlebih dahulu menemukan sel eyip, maka saat ini mungkin satuan beda potensial listrik adalah e (eyip)
Hahaha konyol sekali bukan,
Ya aku dulu memang pemimpi yang gagal,
Yang suka menyalahkan takdir.

Namun,
Daripada kita hanya bisa menyalahkan.
Hanya bisa berharap.
Kenapa kita tidak merubah mindset kita menjadi "tukang bersyukur"
Kita syukuri keadaan kita saat ini
Tak usah menyalahkan takdir.
Syukuri apa yang kita punya saat ini.

Jujur saja,
Aku saat ini benci dengan virus yang akhir akhir ini menyebar
Ya, aku benci corona
Karena dia, aku menjadi tidak punya teman disini.
Physical distancing dimana mana
Banyak kematian yang terjadi di dunia.
Tapi,
Apakah kalian menyadari
Dampak positif dari virus tersebut?
Ya, bumi kita jadi lebih sehat
Katanya lapisan ozon jadi menebal
Polusi udara mengurang
Dan banyak lagi lainnya.

Kadang keadaan yang kita benci
Justru menjadi sebuah keadaan yang memang dibutuhkan oleh orang banyak.
Terkadang pengorbanan itu perlu
Korban perasaan, korban jiwa, korban materi maupun korban rasa rindu.
Percayalah, ada hikmah dibalik semua ini.
Jangan merasa hanya engkau yang tersiksa didunia ini.

Ya tulisan ini aku tujukan pada kita semua terutama untuk diriku sendiri
Yang suka menyalahkan keadaan
Semoga kita bisa sadar

Selasa, 07 April 2020

sebuah variabel

Kita adalah sebuah variabel didalam proses.
Nilai kita tergantung dari proses yang kita lewati.
Apapun proses yang kita jalani.
Kita akan mendapat sebuah nilai yang terupdate terus berdasarkan proses yang kita jalani.
Entah itu bernilai positif atau negatif.
Ya, semua itu tergantung proses yang akan kita lewati.

Kita tidak bisa merubah sebuah sistem,
Namun, untuk mengoptimalisasi nilai kita.
Kita dapat menentukan proses mana yang akan kita lewati,
Jika kita memilih proses yang baik, nilai bertambah ke positif.
Berlaku juga sebaliknya.

Yaa, kita bagaikan mengendalikan kemudi hidup kita.
Untuk mencari nilai nilai kehidupan ini.
Yang pada akhirnya nilai tersebut akan diproses lebih lanjut nanti.

Yaa, di akhirat nanti

Selamat malam kawan,
Jangan lupa istirahat
Jangan lupa bahagia
Dan jangan lupa berproses.


Rabu, 25 Maret 2020

frekuensi yang berbeda

Frekuensi? 
Yaa, banyaknya gelombang dalam waktu 1 detik, satuannya adalah hertz (Hz)
Tapi, sepertinya aku nggak lagi ngomongin frekuensi yang ini, namun yang sedang aku omongin adalah sudut pandang, hobi, dll tentang kehidupan, awwwwww

Ya, akhir akhir ini entah aku merasa bahwa aku mulai melenceng dari teman temanku.
Aku rasa akhir akhir ini aku jadi orang yang terlalu ambis, terlalu perfeksionis, mulai membenci hal hal disekitarku yang kurasa kurang tepat dengan apa yang aku harapkan.
Mulai menjauh dengan semua yang kurang sepemikiran denganku.
Entah kenapa,
Mungkin aku mulai lelah dengan semua ini.
Mulai muak dengan lingkungan ini.
Aku rasa, frekuensiku dengan frekuensi orang di sekitarku selisihnya sudah terlampau jauh.

Apakah aku harus men tuning ulang frekuensiku agar bisa menyamai frekuensi sekitar?
Tapi, aku sudah punya tujuan yang menurutku sudah jelas.
Atau aku harus merubah frekuensi mereka agar sama denganku?
Ataukah aku biarkan saja, bersikap cuek ibarat tidak terjadi apa apa?

Mungkin, kalian masih bingung yang dimaksud beda frekuensi apa ya.
Ya contohnya,
Mereka suka dengerin dangdut dan diputar keras keras, aku bukannya gak suka, tapi lebih tepatnya kurang suka. Entah aku lebih suka lagu lagu indie dengan suasana yang tenang, padahal dulu aku biasa aja dengerin lagu mereka, tapi entah akhir akhir ini malah suka emosi haha.
Ada lagi, saat ada waktu nganggur, entah aku jadi ambis banget, ngejar target yang jauh, saat aku liat temenku diem diem aja, aku marahin, ngapain kamu diem aja blablabla, ayo digarap blablabla. Maafkan diriku, terutama anak anak BBE, aku selalu marah ketika aku tanya kalian belum dapet topik yang mau dibahas untuk skripsi. Maaf.

Yaa, akhir akhir ini aku jadi sering marah
Saat liat yang ga cocok di hatiku, aku marah.
Liat orang males, aku marah.
Jadi kurang peduli pada semua orang.
Tapi, bagusnya. Entah kenapa aku jadi lumayan rajin.

Nggak semua temenku beda frekuensi sih, ada beberapa yang aku kira masih sefrekuensi, yaa yang sering aku curhati berarti kamu aku rasa satu frekuensi denganku. Selamat, kamu jarang kena marah aku hwehehe.

Untuk semua kawanku, terutama yang baca tulisan ini. Aku minta nasihat, aku kurang apa selama ini, ada hal hal apa saja yang mengganjal. Tidak perlu bicara langsung, cukup komen saja dengan mode anonim jika kalian sungkan. Tapi aku lebih suka jika kalian mau ngomong langsung padaku :)

Sabtu, 21 Maret 2020

kepedulianmu dapat merubah takdir dunia ini

Akhir akhir ini
Kita sedang digemparkan dengan merebaknya suatu virus
Virus yang katanya berbahaya
Yang katanya hasil kebocoran dari eksperimen biologis di suatu negara.
Yang katanya sebuah tentara yang diutus untuk membasmi orang orang jahat.
Ada juga yang mengatakan bahwa ini hanya konspirasi demi sebuah bisnis obat.

Jujur, aku tidak peduli asal mulanya ini.
Yang sudah terjadi biarlah terjadi
Kita hanya bisa berupaya untuk memperbaiki seperti semula kan???
Langkah awal kita untuk memperbaikinya adalah dengan cara peduli.
Aku ingat perkataan ketua angkatanku, "peduli itu perlu, dan racuni rasa pedulimu kepada sekitar"
Yaa terasa biasa biasa saja kan,
Tapi buktinya sekarang,
Saat pemerintah mengumumkan untuk stay dirumah agar dapat memotong rantai penyebaran virus, orang orang seakan tidak peduli.
Mereka malah asyik liburan, asyik nongkong di keramaian.
Ada juga yang bilang "virus itu ciptaan tuhan, saya berdoa kepada tuhan agar saya tidak terkena, saya tidak takut" atau "hidup matiku sudah tertulis diatas sana, walaupun jika aku berdiam diri saja dirumah, saat aku ditakdirkan kena virus dan mati, aku tidak bisa apa apa"

Ya, kalian memang benar.
Takdir kalian memang sudah tertulis
Tapi aku yakin tuhan sudah menurunkan pengetahuan pada manusia.
Mana yang baik, mana yang tidak baik.
Apa salahnya kan kita mencoba,
Tuhan maha kuasa, 
Ia bisa merubah takdir hambanya,
Yaa ini sebuah paradoks sih yang tidak perlu didebatkan,
Tapi aku yakin, tuhan itu maha segalanya.

Kembali lagi pada rasa peduli.
Bayangkan sekarang, yang positif terkena virus sudah banyak.
Para tenaga medis kekurangan APD
Masker sudah diborong, sarung tangan diborong, bahkan alcohol swab pun di borong oleh orang orang sipil.
Aku mengerti bahwa itu dapat mengurangi resiko mereka terpapar virus.
Tapi apakah kalian tidak berfikir
Bahwa tenaga medislah yang lebih membutuhkannya???
Bayangkan berapa tenaga medis yang sudah gugur dalam perang melawan virus ini.
Sedangkan kalian,
Sudah diberi peringatan untuk stay dirumah saja tidak mau.
Malah memborong barang barang yang dibutuhkan oleh tenaga medis.
Lebih parahnya lagi, ada yang mencari keuntungan dibalik semua ini.
Yaa, menjualnya dengan harga yang berlipat ganda.
Apakah itu yang dinamakan peduli???

Bumi sekarang sedang sakit.
Tapi akhir akhir ini sepertinya bumi sedang tersenyum.
Beberapa wilayah di dunia ini tingkat polusinya telah menurun.
Mungkin akibat kebijakan lockdown beberapa hari ini.
Bumi sedang tersenyum ketika kita sedang menangis.
Terkadang aku berfikir, bahwa kita itu hanyalah sebuah virus yang menghuni bumi.
Dan virus yang sedang ramai dibicarakan ini telah membantu bumi untuk melenyapkan VIRUS YANG SEBENARNYA, yaaa kita adalah virus yang sebenarnya.

Terserah kalian mau peduli atau tidak,
Bumi lambat laun akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
Ketika kau peduli, rantai penyebaran virus akan terhenti, kurva penyebaran akan jadi landai, lambat laun semua yang positif bisa tertangani, aku harap semua bisa sembuh dan kita akan kembali seperti semula, lebih peduli pada sesama, dan lebih bisa berhati hati menjaga bumi kita ini.
Namun, ketika kau tidak peduli.
Akan lebih banyak orang terjangkit virus, tenaga medis tidak dapat menangani, angka kematian akan naik.
Yaa kemungkinan besar terjadi semi pemusnahan massal di bumi.
Saat populasi manusia menurun, atau punah.
Bumi akan meregenerasi dirinya sendiri.

Ya, peduli atau tidak.
Bumi nantinya akan kembali bahagia,
Tergantung kalian pilih yang mana.
Bumi bahagia saat kita menjaganya bersama sama, atau bumi bahagia ketika tiada virus yang namanya manusia.
Aku yakin, takdir dapat dirubah.
Tuhan maha segalanya, tiada yang tidak mungkin didunia ini.

Untuk semua,
Aku hanya bisa berharap kita senantiasa diberi kesehatan, diberi kekuatan untuk melalui semua ini, dan diberi kesadaran serta akal yang jernih untuk berfikir tentang semua ini.
Aku juga tidak mau mati konyol akibat virus ini,
Aku yang baru menemukan apa itu kenyamanan.
Yaa, semoga semesta selalu memberkati kita.



Minggu, 23 Februari 2020

semangattt

Waktu berjalan begitu cepat
Nggak kerasa bahkan besok sudah masuk kuliah.
Sebenarnya, cepat atau tidaknya waktu berjalan itu relatif.
Cepat, saat kau belum puas akan liburanmu.
Dan lambat, saat kau merindukan rasanya kuliah.

Ya, bagaimanapun juga kita harus semangat.
Semangat untuk hidup dan menjalani hari hari ini tentunya.
Semangat untuk kawan kawanku yang saat ini berjuang untuk skripsi, berjuang untuk tugas akhir, berjuang untuk sempro, yang masih menjalani kerja praktek, berjuang untuk cari kerja, berjuang untuk lomba dan lain lain.
Bagaimanapun tetap semangat, aku yakin perjuanganmu pasti membawa hasil yang baik, setidaknya untuk pengembangan dirimu sendiri, syukur syukur bisa membawa hasil yang baik untuk semua orang, aamiin.

Jangan lupa untuk bersyukur dan lupa untuk bahagia hari ini.

Jumat, 14 Februari 2020

rahasia mimpi

Mimpi.
Kata orang sih cuma bunga tidur.
Ada pula katanya itu pandangan kita saat jiwa kita jalan jalan sedangkan tubuh kita tidur.
Yaa gatau juga sih.
Kadang kita ingat betul apa mimpi kita semalam.
Kadang juga barusan bangun, tiba tiba udah lupa aja.
Memang, dunia ini masih banyak rahasia yang belum dipecahkan.
Salah satunya mimpi.

Mungkin aku mau cerita dikit tentang mimpiku barusan.
Aku tidur pukul 6 pagi, dan baru bangun sekitar pukul 10 pagi.
Aku ingat betul mimpiku.
Saat pulang sekolah, kita menunggu jemputan.
Yaa, kita. Kau dan aku.
Kau yang baru aku kenal 2.5 tahun yang lalu.
Kau yang belum masuk kehidupanku saat SMA.
Kau yang pasti bakalan membaca tulisan ini.
Lalu aku dijemput sama ayahku.
Ayahku yang meninggal saat aku kelas 5 SD.
Saat aku ingin mengenalkanmu pada ayahku.
Tiba tiba engkau hilang.

Yaa saat aku sedang punya masalah ataupun rindu.
Ayah selalu menghampiriku lewat mimpi
Tapi, kau hadir juga.
Tak kupungkiri, aku sebenarnya ingin bertemu lagi dengan dirimu.
Aku masih punya beberapa tanggung jawab yang belum bisa aku tinggalkan di semester ini.
Belum berani melangkah lebih jauh.
Cukup melihat senyummu dari jauh, 
Atau melihatmu lewat mimpiku, aku sudah bahagia.


Minggu, 02 Februari 2020

suatu pilihan

Beberapa minggu terakhir ini, 
Ku dihadapi dengan banyak sekali pilihan.
Pilihan yang mungkin dapat mengubah alur hidupku.
Pilihan diantara memprioritaskan pengalaman dan kuliah.
Pilihan diantara skripsi membahas hal ini dan itu.

Jujur.
Aku tidak pandai untuk memilih.
Terlalu banyak pilihan yang telah aku sesali.
Terlalu banyak penyesalan karena aku selalu bertindak ceroboh.

Benar apa katamu.
Aku harus mengikuti kata hatiku.
Tapi, hati ini masih keruh dan tersesat.
Lalu, aku harus apa?

Selasa, 07 Januari 2020

nikmatnya hujan

Hujan...
membawa kesejukan di bumi
air dari langit yang mengobati kehausan seluruh makhluk bumi

Rabu, 01 Januari 2020

salahkah untuk berbuat baik?

Berbuat baik?
Yaa, sepertinya itu memang kewajiban dari seluruh manusia.
Tapi pernah gak sih?
Kamu udah berbuat baik, namun akhirnya dikhianati???

Jadi inget sebuah pepatah saat SD
"Air susu dibalas dengan air tuba"
Tau sendiri kan artinya.
Memang, ga selamanya perbuatan baik kita itu akan dibalas dengan kebaikan juga.
Atau setidaknya perbuatan baik kita dihargai.
Lucu memang, 
Akupun dulu juga pernah punya pengalaman seperti itu
Niatku memang mbantu temen
Tapi akhirnya ya gitu wes.

Bukannya mau ngeluh atau apa ya,
Mungkin jika ada temenmu berniat baik, setidaknya apresiasi
Jangan sampai temenmu bosen melakukan hal hal baik
Jujur, akhir akhir ini aku lebih nyaman jadi anak apatis
Enak, dapet apapun aku nikmati sendiri, ga terlalu mikirin orang lain, bebas.

Tapi, aku masih punya beberapa tanggung jawab
Mungkin setelah lepas, aku bisa sepenuhnya jadi apatis.
Memang, kedengarannya seperti ga tau diri ya
Tapi mau gimana lagi,
Capek kan kalau ngga dihargai
Maaf, aku bukan pekerja sosial.