Akhir akhir ini
Kita sedang digemparkan dengan merebaknya suatu virus
Virus yang katanya berbahaya
Yang katanya hasil kebocoran dari eksperimen biologis di suatu negara.
Yang katanya sebuah tentara yang diutus untuk membasmi orang orang jahat.
Ada juga yang mengatakan bahwa ini hanya konspirasi demi sebuah bisnis obat.
Jujur, aku tidak peduli asal mulanya ini.
Yang sudah terjadi biarlah terjadi
Kita hanya bisa berupaya untuk memperbaiki seperti semula kan???
Langkah awal kita untuk memperbaikinya adalah dengan cara peduli.
Aku ingat perkataan ketua angkatanku, "peduli itu perlu, dan racuni rasa pedulimu kepada sekitar"
Yaa terasa biasa biasa saja kan,
Tapi buktinya sekarang,
Saat pemerintah mengumumkan untuk stay dirumah agar dapat memotong rantai penyebaran virus, orang orang seakan tidak peduli.
Mereka malah asyik liburan, asyik nongkong di keramaian.
Ada juga yang bilang "virus itu ciptaan tuhan, saya berdoa kepada tuhan agar saya tidak terkena, saya tidak takut" atau "hidup matiku sudah tertulis diatas sana, walaupun jika aku berdiam diri saja dirumah, saat aku ditakdirkan kena virus dan mati, aku tidak bisa apa apa"
Ya, kalian memang benar.
Takdir kalian memang sudah tertulis
Tapi aku yakin tuhan sudah menurunkan pengetahuan pada manusia.
Mana yang baik, mana yang tidak baik.
Apa salahnya kan kita mencoba,
Tuhan maha kuasa,
Ia bisa merubah takdir hambanya,
Yaa ini sebuah paradoks sih yang tidak perlu didebatkan,
Tapi aku yakin, tuhan itu maha segalanya.
Kembali lagi pada rasa peduli.
Bayangkan sekarang, yang positif terkena virus sudah banyak.
Para tenaga medis kekurangan APD
Masker sudah diborong, sarung tangan diborong, bahkan alcohol swab pun di borong oleh orang orang sipil.
Aku mengerti bahwa itu dapat mengurangi resiko mereka terpapar virus.
Tapi apakah kalian tidak berfikir
Bahwa tenaga medislah yang lebih membutuhkannya???
Bayangkan berapa tenaga medis yang sudah gugur dalam perang melawan virus ini.
Sedangkan kalian,
Sudah diberi peringatan untuk stay dirumah saja tidak mau.
Malah memborong barang barang yang dibutuhkan oleh tenaga medis.
Lebih parahnya lagi, ada yang mencari keuntungan dibalik semua ini.
Yaa, menjualnya dengan harga yang berlipat ganda.
Apakah itu yang dinamakan peduli???
Bumi sekarang sedang sakit.
Tapi akhir akhir ini sepertinya bumi sedang tersenyum.
Beberapa wilayah di dunia ini tingkat polusinya telah menurun.
Mungkin akibat kebijakan lockdown beberapa hari ini.
Bumi sedang tersenyum ketika kita sedang menangis.
Terkadang aku berfikir, bahwa kita itu hanyalah sebuah virus yang menghuni bumi.
Dan virus yang sedang ramai dibicarakan ini telah membantu bumi untuk melenyapkan VIRUS YANG SEBENARNYA, yaaa kita adalah virus yang sebenarnya.
Terserah kalian mau peduli atau tidak,
Bumi lambat laun akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
Ketika kau peduli, rantai penyebaran virus akan terhenti, kurva penyebaran akan jadi landai, lambat laun semua yang positif bisa tertangani, aku harap semua bisa sembuh dan kita akan kembali seperti semula, lebih peduli pada sesama, dan lebih bisa berhati hati menjaga bumi kita ini.
Namun, ketika kau tidak peduli.
Akan lebih banyak orang terjangkit virus, tenaga medis tidak dapat menangani, angka kematian akan naik.
Yaa kemungkinan besar terjadi semi pemusnahan massal di bumi.
Saat populasi manusia menurun, atau punah.
Bumi akan meregenerasi dirinya sendiri.
Ya, peduli atau tidak.
Bumi nantinya akan kembali bahagia,
Tergantung kalian pilih yang mana.
Bumi bahagia saat kita menjaganya bersama sama, atau bumi bahagia ketika tiada virus yang namanya manusia.
Aku yakin, takdir dapat dirubah.
Tuhan maha segalanya, tiada yang tidak mungkin didunia ini.
Untuk semua,
Aku hanya bisa berharap kita senantiasa diberi kesehatan, diberi kekuatan untuk melalui semua ini, dan diberi kesadaran serta akal yang jernih untuk berfikir tentang semua ini.
Aku juga tidak mau mati konyol akibat virus ini,
Aku yang baru menemukan apa itu kenyamanan.
Yaa, semoga semesta selalu memberkati kita.